Kamis, 30 Januari 2020

Laporan Praktikum Aktivitas Jantung dan Aliran Darah




LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
Mata Kuliah  : PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

JUDUL PRAKTIKUM
AKTIVITAS JANTUNG DAN ALIRAN DARAH

Hasil gambar untuk logo uinsu medan


OLEH :

NAMA                                   : MASDINGIN NAIPOSPOS
NIM                                        : 0704171011
JURUSAN/PRODI               : BIOLOGI
KELAS/SEMESTER           : BIOLOGI-2/V(LIMA)
KELOMPOK                        : 5 (LIMA)
TGL PELAKSANAAN       : 26 DESEMBER 2019

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUMATERA UTARA

I.              JUDUL : AKTIVITAS JANTUNG DAN ALIRAN DARAH


II.           TUJUAN PERCOBAAN:
1.      Untuk memahami metode pengukuran tekanan darah dan detak jantung manusia
2.      Untuk mengetahui hubungan tekanan darah dan detak jantung dengan aktivitas dan jenis kelamin

III.             TINJAUAN TEORITIS                     : Jantung bekerja melalui mekanisme secara berulang dan berlangsung terus menerus yang juga disebut sebagai sebuah siklus jantung sehingga secara visual terlihat atau disebut sebagai denyut jantung. Melalui mekanisme berselang seling, jantung berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung danmelakukan relaksasi guna pengisian darah. Secara siklus, jantung melakukan sebuah periode sistol yaitu periode saat berkontraksi dan mengosongkan isinya (darah), dan periode diastol yaitu periode yang melakukan relaksasi dan pengisian darah pada jantung. Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan pula untuk melakukan mekanisme tersebut (Harahap, dkk. 2018)
Gerak merupakan suatu kebiasaan yang tidak lepas dari setiap manusia. Manusia tidak pernah berhenti bergerak bahkan disaat sedang tidur, karena tanpa disadari jantung manusia tetap bergerak untuk memompa darah keseluruh tubuh walaupun setiap orang memiliki aktivitas yang berbeda-beda setiap saat. Namun,s eiring berkembangnya teknologi dari semua bidang yang ada, maka tingkat kesadaran akan aktivitas fisik yang sangat penting untuk kesehatan manusia sangat rendah.
Dengan meningkatnya aktivitas fisik seseorang maka kebutuhan darah yang mengandung oksigen akan semakin besar. Kebutuhan ini akan dipenuhi oleh jantung dengan meningkatkan aliran darahnya. Hal ini juga direspon pembuluh darah dengan melebarkan diameter pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga akan berdampak pada tekanan individu tersebut (Handayani, dkk.2016).
Istilah denyut jantung merupakan manifestasi dari kemampuan jantung, indikator dari denyut jantung adalah denyut nadi. Jadi untuk mengetahui kerja jantung dapat dilihat dari denyut nadi yang merupakan rambatan dari denyut jantung, denyut tersebut dihitung tiap menitnya dengan hitungan repetisi (kali/menit) atau dengan denyut nadi maksimak dikurangi umur. Sedangkan untuk mengetahui sirkulasi darah tersebut ayng paling sederhana dengan pemeriksaaan denyut nadi.pulsus atau denyut nadi adalah perubahan tiba-tiba dari tekanan ajntung yang dirambatkan sebagai gelombang pada dinding pembuluh darah. Denyut nadi merupakan sebagian besar indeks kerja jantung tetapi elastiositas pembuluh darah yang lebih besar, viskositas darah, resistensi arterior dan kapiler memegang peranan dalam menetapkan sifat-sifat tertentu dari denyut nadi.
Frekuensi denyut jantung manusia bervariasi, tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhinya pada saat aktivitas. Saat melakukan aktivitas olahraga jantung kita bekerja lebih keras dibanding saat kita tidak sedang berolahraga. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa denyut jantung saat berolahraga antara sampel yang tidka diberi minum pada saat aktivitas lebih cepat dibanding dengan sampel ayng diberi minum pada saat aktivitas olahraga.
Syaifuddin mengatakan dalam jurnal Lilik yaitu dalam keadaan istirahat jantung berdetak 70 kali/menit. Pada waktu banyak pergerakan kecepatan jantung bisa mencapai 150 kali/menit dengan daya pompa 20-25 liter/menit. Sedangkan kecepatan normal denyut jantung (jumlah debaran setiap menit) adalah : pada bayi yang baru lahir : 140 per menit, usia satu tahun : 120 per menit, usia lima tahun : 96-100 per menit, usia sepuluh tahun : 80-90 per menit, dan pada orang dewasa : 60-8- per menit.
Denyut nadi merupakan cara ayng paling sederhana untuk menilai fungsi sistem peredaran darah atau sirkulasi selama kerja. Tekanan darah dan denyut nadi memiliki normalitas yang dihitung selama 15 detik, kemudian dikalikkan empat untuk mendapatkan denyut jantung per menit. Sirkulasi atau peredaran darah ditandai dengan denyut jantung ini terjadi dari atrium kanan menerima darah dari pembuluh darah superior dan inferior vena cava dan memompanya melalui arteri pulmoner ke paru (Hermawan, 2012).


IV.      ALAT DAN BAHAN
     A.   ALAT
No
Nama Alat
Jumlah
1.
Stopwatch
1 buah
2.
Alat tulis
Secukupnya
3.
HP (Kamera)
1 buah

     B.   BAHAN
No
Nama Bahan
Jumlah
1.
Tubuh praktikan
1 orang


V.          PROSEDUR KERJA
No.
Prosedur Kerja
1.
Dilakukan perhitungan denyut nadi pada pergelangan tangan untuk tubuh praktikan pada beberapa keadaan yaitu : duduk istirahat, jalan santai, berlari dan naik tangga (masing-masing dilakukan selama 2 menit).
2.
Dihitung jumlah detakan selama 1 menit dengan dirasakan secara langsung.
3.
Dicatat hasil yang diperoleh untuk praktikan yang melakukannya.
4.
Dibuat grafik hubungan antara aktifias dan jumlah detakan per menit lalu diinterprestasikan hasil praktikum.


VI.      HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
No
Nama
Jenis Kelamin

Usia
(thn)
Denyut nadi 1 menit
Posisi tubuh
Duduk
2 menit
Jalan santai
2 menit
Lari
2 menit
Naik tangga
2 menit
1.
Masdingin Naipospos
P
20
54
77
97
90
2.
Almadina Septiyah
P
20
85
90
106
120
3.
Sofi Caesar Triani
P
20
80
91
117
100
4.
Umi Eliza Putri
P
20
42
71
110
93
5.
Sundari Rahmadhani
P
20
73
83
105
110
Rata-Rata
66,8
82,4
107
102,6

Pembahasan :
Secara teori : Menurut Majid (2005), dalam jurnal Sari, dkk 2015 menyatakan bahwa denyut nadi normal biasanya sebesar 60-100 kali/menit. Denyut nadi merupakan sebagian besar indeks pekerjaan jantung tetapi elastibilitas pembuluh darah yang lebih besar, viskositas darah,resistensi arteriol dan kapiler memegang peranan dalam menetapkan sifat-sifat tertentu dari denyut nadi.

Secara praktikan : Berdasarkan hasil pengamatan praktikan yang semuanya berjenis kelamin perempuan yang berumur 20 tahun, keadaan badan sehat jasmani maka dapat diketahui bahwa denyut nadi akan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas seseorang. Pada aktivitas duduk dan berjalan santai tidak terdapat perbedaan denyut nadi yang mendasar yaitu berkisar 60-90 denyut/menit. Pada kondisi ini, detak nadi dalam keadaan normal dikarenakan keadaan tubuh yang berelaksasi atau keadaan santai saja, sehingga pepompaan darah keluar jantung tidak berlangsung cepat.hal ini sesuai juga dengan pernyataan Muffichatum (2006) bahwa kecepatan denyut nadi seseorang berbeda-beda, jantung akan berdetak sebanyak 60-90 kali setiap menit dalam keadaan normal.Pada saat berlari, denyut nadi terendah yaitu 97kali/menit dan terbanyak yaitu 117 kali/menit. Denyut nadi semakin meningkat dikarenakan beberapa faktor seperti suhu tubuh. Ketika berlari, suhu tubuh akan membuat kinerja jantung dalam memompakan darah semakin cepat yang diiringi dengan meningkatnya denyut nadi untuk menjaga stabilitas tubuh.denyut nadi seseorang akan terus meningkat bila suhu tubuh meningkat kecuali bila pekerja yang bersangkutan telah beraklimatisasi terhadap suhu udara yang tinggi.Pada saat naik tangga, reta-rata denyut nadi praktikan meningkat yaitu sebesar 100-110 denyut/menit dan pada saat aktivitas lari denyut nadi semua praktikan mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 110-120 denyut/menit.
Beradasarkan data yang didapat maka dapat dilihat dari teori bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi denyut nadi seseorang, yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, usia, posisi tubuh, tingkat emoai, ukuran tubuh, posisi tubuh (berbaring atau tidur), suhu udara disekitar serta obat yang sedang dikonsumsi. Denyut jantung seseorang juga dipengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah denyut jantung.
Bertambahnya beban aktivitas akan membuat jantung giat dalam memompakan darah agar darah dapat diedarkan keseluruh jaringan tubuh. Semakin jantung berkontraksi, maka denyut jantung akan semakin meningkat.



VII.     KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa pengukuran denyut jantung dapat diukur dengan mengukur denyut nadi. Denyut nadi seseorang akan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas yang dilakukan. Ada beberapa faktor yang paling umum terkait besarnya aktivitas denyut jantung seseorang yaitu umur, jenis kelamin,suhu tubuh dan aktivitas yang dilakukan.



VIII.   DAFTAR PUSTAKA
Handayani, Go, Fransiska Lintong dan Jimmy F.Rumampuk. 2016. Pengaruh Aktivitas Berlari Terhadap Tekanan Darah Dan Suhu Pada Pria Dewasa Normal. Jurnal e-Biomedik. Vol.4. No.1
Harahap, Ahmad Nawawi, dan  Dr. Bisman Perangin-angin. 2018. Sistem Pengukuran Detak Jantung Manusia Menggunakan Media Online Dengan Ajringan Wi-Fi Berbasis PC.
Hermawan, Lilik, Hadi Setyo Subiyono Dan Setya Rahayu. 2010. Pengaruh Pemberian Asupan Cairan (Air) Terhadap Profil Denyut Jantung Pada Aktivitas Aerobik. Journal Of Sport Science And Fitness. Vol.1.No.1
Sari,Nurjatemi Putri Mayang, Mahfud Huda, Qorry Oktaviani dan Ranthy.2015. Aktivitas Jantung dan Aliran Darah


Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...