LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
Mata Kuliah : PRAKTIKUM
FISIOLOGI HEWAN
JUDUL PRAKTIKUM
AKTIVITAS JANTUNG DAN ALIRAN DARAH
OLEH :
NAMA : MASDINGIN NAIPOSPOS
NIM : 0704171011
JURUSAN/PRODI : BIOLOGI
KELAS/SEMESTER :
BIOLOGI-2/V(LIMA)
KELOMPOK :
5 (LIMA)
TGL PELAKSANAAN : 26 DESEMBER 2019
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUMATERA UTARA
I.
JUDUL : AKTIVITAS JANTUNG DAN ALIRAN DARAH
II.
TUJUAN PERCOBAAN:
1. Untuk memahami metode pengukuran tekanan darah
dan detak jantung manusia
2. Untuk mengetahui hubungan tekanan darah dan
detak jantung dengan aktivitas dan jenis kelamin
III.
TINJAUAN TEORITIS : Jantung bekerja melalui mekanisme secara berulang dan berlangsung terus
menerus yang juga disebut sebagai sebuah siklus jantung sehingga secara visual
terlihat atau disebut sebagai denyut jantung. Melalui mekanisme berselang
seling, jantung berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung danmelakukan
relaksasi guna pengisian darah. Secara siklus, jantung melakukan sebuah periode
sistol yaitu periode saat berkontraksi dan mengosongkan isinya (darah), dan
periode diastol yaitu periode yang melakukan relaksasi dan pengisian darah pada
jantung. Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua
bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan pula untuk melakukan
mekanisme tersebut (Harahap, dkk. 2018)
Gerak merupakan suatu kebiasaan yang tidak lepas dari
setiap manusia. Manusia tidak pernah berhenti bergerak bahkan disaat sedang
tidur, karena tanpa disadari jantung manusia tetap bergerak untuk memompa darah
keseluruh tubuh walaupun setiap orang memiliki aktivitas yang berbeda-beda
setiap saat. Namun,s eiring berkembangnya teknologi dari semua bidang yang ada,
maka tingkat kesadaran akan aktivitas fisik yang sangat penting untuk kesehatan
manusia sangat rendah.
Dengan meningkatnya aktivitas fisik seseorang
maka kebutuhan darah yang mengandung oksigen akan semakin besar. Kebutuhan ini
akan dipenuhi oleh jantung dengan meningkatkan aliran darahnya. Hal ini juga
direspon pembuluh darah dengan melebarkan diameter pembuluh darah
(vasodilatasi) sehingga akan berdampak pada tekanan individu tersebut
(Handayani, dkk.2016).
Istilah denyut jantung merupakan manifestasi
dari kemampuan jantung, indikator dari denyut jantung adalah denyut nadi. Jadi
untuk mengetahui kerja jantung dapat dilihat dari denyut nadi yang merupakan
rambatan dari denyut jantung, denyut tersebut dihitung tiap menitnya dengan
hitungan repetisi (kali/menit) atau dengan denyut nadi maksimak dikurangi umur.
Sedangkan untuk mengetahui sirkulasi darah tersebut ayng paling sederhana
dengan pemeriksaaan denyut nadi.pulsus atau denyut nadi adalah perubahan
tiba-tiba dari tekanan ajntung yang dirambatkan sebagai gelombang pada dinding
pembuluh darah. Denyut nadi merupakan sebagian besar indeks kerja jantung tetapi
elastiositas pembuluh darah yang lebih besar, viskositas darah, resistensi
arterior dan kapiler memegang peranan dalam menetapkan sifat-sifat tertentu
dari denyut nadi.
Frekuensi denyut jantung manusia bervariasi,
tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhinya pada saat aktivitas. Saat
melakukan aktivitas olahraga jantung kita bekerja lebih keras dibanding saat
kita tidak sedang berolahraga. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa denyut
jantung saat berolahraga antara sampel yang tidka diberi minum pada saat
aktivitas lebih cepat dibanding dengan sampel ayng diberi minum pada saat
aktivitas olahraga.
Syaifuddin mengatakan dalam jurnal Lilik yaitu
dalam keadaan istirahat jantung berdetak 70 kali/menit. Pada waktu banyak
pergerakan kecepatan jantung bisa mencapai 150 kali/menit dengan daya pompa
20-25 liter/menit. Sedangkan kecepatan normal denyut jantung (jumlah debaran
setiap menit) adalah : pada bayi yang baru lahir : 140 per menit, usia satu
tahun : 120 per menit, usia lima tahun : 96-100 per menit, usia sepuluh tahun :
80-90 per menit, dan pada orang dewasa : 60-8- per menit.
Denyut nadi merupakan cara ayng paling
sederhana untuk menilai fungsi sistem peredaran darah atau sirkulasi selama
kerja. Tekanan darah dan denyut nadi memiliki normalitas yang dihitung selama
15 detik, kemudian dikalikkan empat untuk mendapatkan denyut jantung per menit.
Sirkulasi atau peredaran darah ditandai dengan denyut jantung ini terjadi dari
atrium kanan menerima darah dari pembuluh darah superior dan inferior vena cava
dan memompanya melalui arteri pulmoner ke paru (Hermawan, 2012).
IV. ALAT DAN BAHAN
A. ALAT
|
No
|
Nama Alat
|
Jumlah
|
|
1.
|
Stopwatch
|
1 buah
|
|
2.
|
Alat tulis
|
Secukupnya
|
|
3.
|
HP
(Kamera)
|
1 buah
|
B. BAHAN
|
No
|
Nama Bahan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Tubuh praktikan
|
1 orang
|
V.
PROSEDUR KERJA
|
No.
|
Prosedur Kerja
|
|
1.
|
Dilakukan perhitungan denyut nadi pada pergelangan tangan untuk tubuh
praktikan pada beberapa keadaan yaitu : duduk istirahat, jalan santai,
berlari dan naik tangga (masing-masing dilakukan selama 2 menit).
|
|
2.
|
Dihitung jumlah detakan selama 1 menit dengan dirasakan secara langsung.
|
|
3.
|
Dicatat hasil yang diperoleh untuk praktikan yang melakukannya.
|
|
4.
|
Dibuat grafik hubungan antara aktifias dan jumlah detakan per menit lalu
diinterprestasikan hasil praktikum.
|
VI. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
|
No
|
Nama
|
Jenis
Kelamin
|
Usia
(thn)
|
Denyut
nadi 1 menit
|
|||
|
Posisi
tubuh
|
|||||||
|
Duduk
2
menit
|
Jalan
santai
2
menit
|
Lari
2
menit
|
Naik
tangga
2
menit
|
||||
|
1.
|
Masdingin
Naipospos
|
P
|
20
|
54
|
77
|
97
|
90
|
|
2.
|
Almadina
Septiyah
|
P
|
20
|
85
|
90
|
106
|
120
|
|
3.
|
Sofi
Caesar Triani
|
P
|
20
|
80
|
91
|
117
|
100
|
|
4.
|
Umi
Eliza Putri
|
P
|
20
|
42
|
71
|
110
|
93
|
|
5.
|
Sundari
Rahmadhani
|
P
|
20
|
73
|
83
|
105
|
110
|
|
Rata-Rata
|
66,8
|
82,4
|
107
|
102,6
|
|||
Pembahasan :
Secara
teori : Menurut
Majid (2005), dalam jurnal Sari, dkk 2015 menyatakan bahwa denyut nadi normal
biasanya sebesar 60-100 kali/menit. Denyut nadi merupakan sebagian besar indeks
pekerjaan jantung tetapi elastibilitas pembuluh darah yang lebih besar,
viskositas darah,resistensi arteriol dan kapiler memegang peranan dalam
menetapkan sifat-sifat tertentu dari denyut nadi.
Secara
praktikan : Berdasarkan
hasil pengamatan praktikan yang semuanya berjenis kelamin perempuan yang
berumur 20 tahun, keadaan badan sehat jasmani maka dapat diketahui bahwa denyut
nadi akan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas seseorang. Pada
aktivitas duduk dan berjalan santai tidak terdapat perbedaan denyut nadi yang
mendasar yaitu berkisar 60-90 denyut/menit. Pada kondisi ini, detak nadi dalam
keadaan normal dikarenakan keadaan tubuh yang berelaksasi atau keadaan santai
saja, sehingga pepompaan darah keluar jantung tidak berlangsung cepat.hal ini
sesuai juga dengan pernyataan Muffichatum (2006) bahwa kecepatan denyut nadi
seseorang berbeda-beda, jantung akan berdetak sebanyak 60-90 kali setiap menit
dalam keadaan normal.Pada saat berlari, denyut nadi terendah yaitu 97kali/menit
dan terbanyak yaitu 117 kali/menit. Denyut nadi semakin meningkat dikarenakan
beberapa faktor seperti suhu tubuh. Ketika berlari, suhu tubuh akan membuat
kinerja jantung dalam memompakan darah semakin cepat yang diiringi dengan
meningkatnya denyut nadi untuk menjaga stabilitas tubuh.denyut nadi seseorang
akan terus meningkat bila suhu tubuh meningkat kecuali bila pekerja yang
bersangkutan telah beraklimatisasi terhadap suhu udara yang tinggi.Pada saat
naik tangga, reta-rata denyut nadi praktikan meningkat yaitu sebesar 100-110
denyut/menit dan pada saat aktivitas lari denyut nadi semua praktikan mengalami
peningkatan yang signifikan yaitu 110-120 denyut/menit.
Beradasarkan data yang didapat maka
dapat dilihat dari teori bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi denyut nadi seseorang,
yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, usia, posisi tubuh,
tingkat emoai, ukuran tubuh, posisi tubuh (berbaring atau tidur), suhu udara
disekitar serta obat yang sedang dikonsumsi. Denyut jantung seseorang juga
dipengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Olahraga dan aktivitas fisik dapat
meningkatkan jumlah denyut jantung.
Bertambahnya beban aktivitas akan
membuat jantung giat dalam memompakan darah agar darah dapat diedarkan
keseluruh jaringan tubuh. Semakin jantung berkontraksi, maka denyut jantung
akan semakin meningkat.
VII. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan maka dapat diketahui bahwa pengukuran denyut jantung dapat diukur
dengan mengukur denyut nadi. Denyut nadi seseorang akan meningkat seiring
dengan meningkatnya aktivitas yang dilakukan. Ada beberapa faktor yang paling
umum terkait besarnya aktivitas denyut jantung seseorang yaitu umur, jenis
kelamin,suhu tubuh dan aktivitas yang dilakukan.
VIII. DAFTAR
PUSTAKA
Handayani, Go, Fransiska Lintong dan Jimmy F.Rumampuk. 2016. Pengaruh
Aktivitas Berlari Terhadap Tekanan Darah Dan Suhu Pada Pria Dewasa Normal.
Jurnal e-Biomedik. Vol.4. No.1
Harahap, Ahmad Nawawi, dan Dr.
Bisman Perangin-angin. 2018. Sistem Pengukuran Detak Jantung Manusia
Menggunakan Media Online Dengan Ajringan Wi-Fi Berbasis PC.
Hermawan, Lilik, Hadi Setyo Subiyono Dan Setya Rahayu. 2010. Pengaruh Pemberian
Asupan Cairan (Air) Terhadap Profil Denyut Jantung Pada Aktivitas Aerobik. Journal
Of Sport Science And Fitness. Vol.1.No.1
Sari,Nurjatemi
Putri Mayang, Mahfud Huda, Qorry Oktaviani dan Ranthy.2015. Aktivitas
Jantung dan Aliran Darah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar