Rabu, 29 Januari 2020

SEL TUMBUHAN


SEL TUMBUHAN
Sel tumbuhan merupakan bagian dari sel eukariotik, dimana bagian-bagian yang terdapat di dalamnya hampir sama dengan organel yang ada pada sel hewan. Hanya beberapa organel yang dimiliki tumbuhan tetapi tidak dimiliki oleh oleh hewan begitu juga sebaliknya ada yang terdapat pada sel hewan tetapi tidak terdapat pada tumbuhan. Penggambaran sel tumbuhan ini memiliki kemiripan sekaligus perbedaan yang cukup jelas antara sel hewan dan sel tumbuhan. Salah satu karakteristik yang paling khusus yang beda dengan yang lain dan yang paling penting adalah plastida. Jenis plastida yang sangat berperan bagi tumbuhan yaitu kloroplas, yang sangat berperan penting dalam proses berlangsung nya fotosintesis[1]



[1]Kimball, John W. 1983. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Hasil gambar untuk struktur sel tumbuhan


A.  Organel-organel khusus sel tumbuhan, yaitu:
1.  Dinding sel
Dinding sel merupakan bagian dari sel tumbuhan yang terletak di luar membran plasma dengan bentuk yang tebal. Dinding sel ini mudah ditembus oleh saluran-saluran yang ada di dalamnya disebut plasmodesma. Plasmodesma ini dapat menghubungkan sitoplasma dengan sel-sel yang ada bersebelahan dengannya. Dinding sel ini terbentuk dari polisakarida yang disebut selulosa dan protein lainnya dan berperan dalam penting dalam mempertahankan bentuk sel, dan melindungi sitoplasma dan membran plasma dari kerusakan mekanis, dan sebagai alat transportasi zat dari dalam keluar sel atau sebaliknya[1]
Dinding sel yang terdapat pada tumbuhan terdiri dari empat lapisan yaitu:
a.  Lamela tengah ialah suatu lapisan yang kaya akan pektin. Lapisan terluarnya berfungsi sebagai penghubung antara sel-sel tanaman dan slaing menempel.
b.  Dinding sel primer memiliki struktur tipis dan fleksibel serta terbentuk sementara dalam sel tumbuhnya.
c.   Dinding sel sekunder adalah suatu lapisan tebal yang terbentuk di dalam dinding sel utama setelah sel menjadi dewasa. Dinding sel sekunder tidak ditemukan di dalam semua jenis sel dan hanya ditemukan di dalam pembuluh kayu. Selulosa dan kitin merupakan molekul polisakarida, yang berarti suatu zat yang terdiri dari banyak molekul guka yang saling berkaitan. Selulosa termasuk polimer dari glukosa, yang memiliki unsur karbon, hidrogen, dan oksigen sedangkan zat kitin merupakan polimer dari N-asetilglukosamin yang memiliki kandungan zat gula yang memiliki unsur nitrogen.
Dinding sel yang terdapat pada tumbuhan mempunyai kekuatan daya tarik yang cukup tunggi dalam menahan tekanan osmosis yang dihasilkan dari perbedaan kosentrasi zat terlarut antara sel interior dan air di bagian ektraseluler. Dinding sel memiliki ukuran ketebalan sekitar 0,1 µm[2]


[1]Rahmadina Dan Husnarika Febrianti. 2017. Biologi Sel Unit Terkecil Penyusun Tubuh Makhluk Hidup. Surabaya : Cv Selembar Papyrus
[2]Sutiman, Dkk. 2017. Biologi Sel Sebah Perspektif Memahami Sistem Kehidupan. Malang : UB Presss

Hasil gambar untuk struktur dinding sel


1.  Plastida
Plastida merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan yang sangat berperan penting dalam proses fotosintesis. Plastida memiliki kromoplas yang mengandung klorofi; yang disebut dengan kloroplas. Kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen, misalnya karotin (kuning), fikodanin (biru), fikosantin (pirang), dan fikoeritrin (merah). Kloroplas berperan dalam mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia yang tersimpan dalam molekul gula. Plastida memiliki ukuran yang cukup besar diantara 4-6 um. Adapun pigmen yang terdapat di plastida yaitu berwarna hijau, sedangkan pigmen yang tidak berwarna yaitu leukoplas. Leukoplas berperan dalam pembuatan amilum (amiloplas) dan pembentukan lemak (lipoplas)[1]

Hasil gambar untuk gambar plastida


3. vakuola
Vakuola merupakan tempat penyimpanan zat makanan, penguraian zat sisa, sebagai zat hidrolisi makromolekul, dan sebagai pembesaran vakuola yang sangat berperan dalam mekanisme pertumbuhan pada tumbuhan. Sel tumbuhan umumnya memiliki satu sentral vakuola besar yang mengambil sebagian besar tempat pada sel tumbuhan dan digunakan sebagai tempat penyimpanan bermacam-macam molekul. Paramecium memiliki tipe khusus yang disebut contractile vakuola yang berfungsi untuk mengeksresikan air dari sel. Bentuk vakuola ini snagat berbeda dengan sel hewan karena pada sel hewan bentuknya lebih kecil bahkan beberapa sel ada yang tidak memiliki vakuola. Bentuk vakuola bukan hanya besar tapi terlihat lenih jelas dan lebih tua jika dibandingkan dengan dengan sel hewan. Vakuola yang terdapat pada tumbuhan umumnya berisi air, fenol, alkaloid, antosianin, dan protein[1]
Vakuola pusat yang ada pada sel tumbuhan dikelilingi oleh tonoplas. Vakuola ini sangat membantu dalam menyokong kegiatan pada sel tumbuhan termasuk daun dan bagian lunak lainnya. Zat yang terlarut dalam vakuola ini dapat menyerap air. Ketika air masuk ke dalam vakuola, sel menjadi besar dengan begitu bagian-bagian lunak tumbuhan dapat mempertahankan turgiditas dab bentuknya[2]



Hasil gambar untuk struktur vakuola



[1]Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
[2]Rahmadina Dan Husnarika Febrianti. 2017. Biologi Sel Unit Terkecil Penyusun Tubuh Makhluk Hidup. Surabaya : Cv Selembar Papyrus

1.  Kloroplas
Sel tumbuhan mengandung satu tipe organel yang tidak ditemukan pada sel hewan yaitu kloroplas. Kloroplas mengkonversikan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Pigmen utama yang terdapat dalam kloroplas yang terlibat dalam adalah klorofil. Kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang intermembran. Cairan dalam pusat kloroplas disebut stroma. Dalam cairan ini terdapat sistem terdiri dari tumpukan cakram, masing-masing disebut tilakoid dan memiliki klorofil dan pigmen lain dalam membrannya. Kumpulan dari tilakoid disebut granum[1]
Kloroplas merupakan suatu anggota yang terspesialisasi dari famili organel tumbuhan yang berkerabat dekat disebut plastida, kloroplas hanya terdapat dalam sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada tumbuhan biasanya berbentuk cakram denagn diameter 5-8 um dan tebal 2-4 um. Dalam satu tumbuhan dapat menyimpan 50 mitokondria. Kloroplas dikelilingi membran ganda, yaitu membran luar memiliki sifat yang sangat permeabel dan berperan dalam mengalirkan molekul-molekul yang kurang dari 10 kilodalton. Permukaan membran luar rata karena memiliki lipatan yang sedikit bila dibandingkan dengan membran dalamnya. Peranan membran luar pada kloplas ialah untuk mengatur keluar masuknya zat. Dalam kloroplas terdapat sebuah ruangan yang memisahkan antara membran luar dan membran dalam dengan ketebalan sekitar 10 nm, ruangan ini disebut ruangan antar membran.
Membran dalam kloroplas bersifat selektif permeabel dan digunakan sebagai tempat protein transport melekat. Peranan membran ini yaitu untuk memilih molekul yang keluar masuk dengan transport aktif. Membran dalam bersifat permeabel terhadap sukrosa, karbon dioksida, sorbitol, asam asetat, dan berbagai macam anion nya. Membran dalam menutupi daerah yang berisi cairan yang disebut stroma[2]
Kloroplas terpisah dari sitosol oleh selaput yang terdiri dari dua membran yang dipisahkan oleh ruang antar membran yang snagat sempit. Dalam kloroplas terdapat sistem membran lain dalam bentuk kantong-kantong pipih yang saling berhubungan  disebut tilakoid. Dalam beberapa wilayah tertentu terdapat tilakoid yang ditumpuk seperti koin permainan poker, yang mana tumpukan tersebut disebut grana. Grana tersesn atas granum-granum yang berperan sebgai tempat terjadinya reaksi terang dan gelap. Ukurannya sekitar 0,3-2,7 nm. Dalam satu kloroplas terdapat 40-60 grana yang tersebar di matriks kloroplas. Antara satu granum dengan granum yang lain dihubungkan oleh lamelatilakoid. Sedangkan antar grana dan stroma dihubungkan oleh lamela stroma. Sedangkan cairan yang berada diluar tilakoid disebut stroma., yang menandung DNA kloroplas dan ribosom serta enzim. Membran kloroplas yang memiiliki tiga komparten dalam ruangannya yaitu ruang antar membran. Ruang tilakoid yaitu suatu lipatan membran dalam yang berbentuk seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan. Adapun  fungsi tilakoid yaitu untyk menangkap energi cahaya dengan merubahnya menjadi energi kimia[3]
Bentuk kloroplas dapat berubah-ubah sesuai keadaan lingkungannya dan terkadang dapat membelah dua bagian atau bereproduksi. Kloroplas hidupnya dapat berpindah pindah tempat bersama mitokondria dan organel lainnya yang bergerak berkeliling di sepanjang lajur sitoskeleton dan jejaring struktural.


Gambar terkait

[1]Sipahutar, Dkk. 2005. Biologi Sel. Medan : FMIPA Unimed
[2]Sutiman, Dkk. 2017. Biologi Sel Sebah Perspektif Memahami Sistem Kehidupan. Malang : UB Presss
[3]Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga


A.  Organel- organel penyusun pada sel tumbuhan, yaitu:
1.  Membran plasma
Membran plasma atau membran sel atau sering disebut dengan nama plasmalemma merupakan suatu sistem membran yang merupakan lapisan terluar yang membatasi isi sel dari lingkungannya. Membran ini terdapat pada sel tumbuhan maupun sel hewan yang sangat tipis, hidup dan bersifat semipermeabel. Rangka membran sel merupakan lapisan lipid bilayer, dua lapisan fosfolipid dengan ekor membentuk susunan seperti sandwich. Membran plasma tersusun dari lemak (lipid) dan protein (lipoprotein). Membran plasma merupakan bagian terluar dari sel yang membungkus semua organel sel lainnya. Membran plasma berfungsi dalam mengatur pertukaran zat antara sitoplasma dngan larutan di luar sel, menyelenggrakan pertahanan mekanisme dan untuk memberi bentuk pada sel, sebagai penyelenggara komunikasi antar sel dan anatr organel yang dapat mengontrol masuknya nutrisi dan mineral ke dalam sel.
Berdasarkan pemeriksaan secara teliti, ditemukan bahwa membran tersebut memiliki tiga lapisan di dalam sel yaitu dua garis gelap dan dipisahkan oleh ruang yang jernih. Cara lain untuk mengetahui keberadaan membran sel ialah dengan melakukan isolasi dari sisa sel dan memeriksakan molekul-molekul yang menjadikan sebagai membran sel[1]

2.  Nukleus
Nukleus atau inti sel merupaka salah satu organel yang berada di bagian pusat sel. Nukleus berfungsi sebagai pusat kegiatan yang ada di dalam sel. Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota(sebagian lain gen terletak di dalam mitokondriadan kloroplas). Dengan diameter rata-rata 5μm, organel ini umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel eukariota.Kebanyakan sel memiliki satu nukleus,namun ada pula yang memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak memiliki nukleus, contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya saat berkembang.Selubung nukleus melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari sitoplasma. Selubung ini terdiri dari dua membranyang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan protein terkait. Membran luar dan dalam selubung nukleus dipisahkan oleh ruangan sekitar 20–40nm. Selubung nukleus memiliki sejumlah pori yang berdiameter sekitar 100nm dan pada bibir setiap pori, kedua membran selubung nukleus menyatu.Di dalam nukleus, DNAterorganisasi bersama dengan proteinmenjadi kromatin. Sewaktu sel siap untuk membelah, kromatin kusut yang berbesntuk benang akan menggulung, menjadi cukup tebal untuk dibedakan melalui mikroskopsebagai struktur terpisah yang disebut kromosom.Struktur yang menonjol di dalam nukleus sel yang sedang tidak membelah ialah nukleolus, yang merupakan tempat sejumlah komponen ribosomdisintesis dan dirakit. Komponen-komponen ini kemudian dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, tempat semuanya bergabung menjadi ribosom. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu nukleolus, bergantung pada spesiesnyadan tahap reproduksi sel tersebut.Nukleus mengedalikan sintesis proteindi dalam sitoplasma dengan cara mengirim molekul pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA, yang disintesisberdasarkan "pesan" genpada DNA. RNA ini lalu dikeluarkan ke sitoplasma melalui pori nukleus dan melekat pada ribosom, tempat pesan genetik tersebut diterjemahkanmenjadi urutan asam aminoprotein yang disintesis[2]

3.  Nukleolus
           Nukleolus merupakan bagian dari nukleus yang padat dan tidak teratur, tempat sub unit ribosom tersebut terbentuk dari protein dan RNA. Nukleolus ini dibentuk di daerah NOR (nukleolar organizingregions). Kedua sub unit tersebut melewati pori-pori yangberinti menuju sitoplasma yang merupakan tempat keduanya bergabung dan menjadi aktif dalam pembentukan protein. Nukleolus disebut butir inti atau anak inti, yang tidak memiliki membran atau selaput berupa anyaman. Nukleolus ini memiliki ukuran yang bervariasi dan selalu berubah-ubah terutama pada tumbuhan. Perubahan ini terjadi selama daur hidup sel, terutama pada saat tahapan interfase yang mana perubahan nya terlihat dengan jelas. Nukleolus berfungsi dalam mesentesis RNA protein dan juga dalam pembentukan ribosom,

4.  Mitokondria
Mitokondria merupakan salah satu tempat terjadinya respirasi seluler. Mitokondria ditemukan pada semua sel eukariot, biasanya dalam jumlah banyak pada tiap sel. Mitokondria juga sebagai derivat dari endosimbiosis prokariot. Mitokondria membakar gula untuk bahan bakar/energi dalam proses respirasi seluler, sehingga mitokondria disebut sebagai ‘mesin’nya sel. Mitokondria terdiri dari membrane luar yang halus dan membrane dalam yang berlekuk yang dipisahkan oleh ruang intermembran. Lekukan pada membrane dalam disebut krista dan ruang di dalam membrane dalam disebut matrik mitokondria.
Mitokondria merupakan suatu benda yang berbentuk bulat atau berbentuk tongkat dengan ukuran berkisar 0,2-5 um. Jumlah sel ini sangat banyak dan beragam serta merupakan sel yang aktif contohnya sel hati. Meskipun ukurannya besar dan dapt terlihat dengan menggunakan mikroskop cahaya, namun mitokondria dapat terlihat oleh mikroskop  elektron.
Membran luar mitokondria merupakan batas halus yang tak putus bagi mitokondria sedangakn membran dalamnya diperluas secara berulang-ulang menjadi lipatan yang masuk ke dalam pada mitokondria. Lipatan dalam yang seperti rak disebut kristal. Membran dalam membagi dua mitokondria menjadi kompartmen internal. Pertama, ruang antar membran yang merupakan wilayah sempit diantara membran dalam dan membran luar. Kedua, matriks mitokondria (mitocondrial matrix) yang diselubungi oleh membran dalam. Matriks ini mengandung banyak enzim yang berbeda, serta DNA mitokondria dan ribosom. Enzim-enzim mengkatalisis beberapa langkah respirasi seluler. Protein lain yang berfungsi respirasi termasuk enzim ATP tertanam dalam membran dalam.
Mitokondria dikenal sebagai sel yang aktif bekerja sehingga dia banyak terdapat di daerah sel saraf, sel otot, dan sel sekretori. Kegiatannya meliputi transmisi impuls listrik, kontraksi, dan sekresi sehingga dikenal sebagai rumah kuasa dari sel tersebut. Jumalah organel yang terdapat pada mitokondria berkorelasi dengan tingkat aktivitas metabolisme sel[1]

5.  Ribosom
Ribosom ditemukan pertama kali oleh George Emil Palade, seorang ilmuwan biologi sel yang berkebangsaan Romania pada pertengahan tahun 1950-an, dengan menggunakan mikroskop elektron. Kata ribosom berasal dari bahasa yunani soma yaitu “badan” dan ribonucleic acid (asam ribonukleat).
Ribosom adalah suatu organel yang berukuran kecil, padat, dan tidak memiliki membran yang ada pada semua sel hidup, diameter pada ribosom antara 17-20 um. Ribosom berperan sebagai tempat terjadinya reaksi sintesis protein. Molekul utama yang digunakan sebagai penyusun ribosom adalah ribosomal RNA atau disingkat rRNA serta protein. Ribosom merupakan salah stu organel yang keberadaannya juga terdapat pada sel eukariotik dan prokariotik yang jumlahnya hingga ribuan buah. Ribosom terdiri dari atas dua sub unit yaitu sub unit besar dan sub unit kecil[1]

6.  Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma adalah serangkaian saluran yang membentuk jaringan yang saling sambung menyambung dan terbentang dari membran sel hingga ke membran nukleus. RE ini merupakan membran yang bersifat lipoprotein dan terdapat didalam sitoplasma antara membran inti dengan membran sitoplasma.
RE berfungsi sebagai tempat penyimpanan calcium, bila sel berkontraksi maka calcium akan dikeluarkan dari RE dan menuju ke sitosol, sebagai tempat memodifikasi protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel, sebagai tempat mensintesi kolestrol dan lemak, sebagai tempat menetral racun.
RE merupakan perluasan dari membran nukleus yang membentuk kompartemen berkelanjutan dan terlipat hingga membentuk saluran dan kantung. Jika dilihat dengan mikrograf elektron akan terlihat nyata baris baris ribosom yang berjarak sama menempel pada permukaan membran retikulum yang menghadap sitosol. Ribosom tersebut membentuk rantai polipeptida, yang kemudian keluar pada bagian dalam RE tersebut. Di dalam RE, terdapat protein yang melipat dan membentuk struktur tersier dan beberapa protein yang lainnya terbagi menjadi bagian membran RE dan dibawa menuju fungsinya masing-masing di dalam sel. RE berbentuk seperti ruangan atau ronga-rongga kosong yang ditutupi dengan membran dengan ketebalan 4 nm. RE terdiri dari jejaring yang berbentuk tubulus dan kantung bermembran yang disebut sisterna (penampung cairan). Membran RE memisahkan kompartmen internal RE yang disebut lumen (rongga) RE atau ruang sisterna dari sitosol[1]

Secara struktural RE dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a.  RE Kasar
RE yang pada permukaannya terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom, bagian ini disebut RE kasar. Fungsi RE kasar yaitu untuk mengisolir dan membawa protein tersebut ke bagian sel lainnya atau dikenal sebagai tempat sintesis protein, sebagai temapt modifikasi protein sbagai sulfatisasi, pelipatan, dan glikolisilasi dalam RE kasar. Sehingga protein tersebut menjadi bahan untuk pembentukan sel integral dan elamk pada membran. Kebanyakan protein tidak diperlukan dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan dari sel. Contoh protein tersebut enzim dan hormon.
Retikulum endoplasma kasar berada lebih dekat dengan nukleus. RE kasar mempunyai daerah yang sebagian besar tidak mengandung ribosom. Daerah tersebut disebut daerah peralihan, karena didaerah tersebut dibentuk vesikula trasport atau vesikulatransisi atau REtransisi. Vesikula tersebut memiliki kandungan protein atau lipida yang diangkut secara intarseluler. RE transisi berfungsi sebagai pengangkut makromolekul atau protein dari RE dalam vesikula transport terdapat protein yang karut yang berasal dari lumen RE (protein sekretori) atau protein yang terikata pada membran vesikula atau protein membran. Vesikula tersebut dapat bergabung dengan membran sasaran dan melepaskan siisnya. Membran vesikula merupakan bagian dari membran sasaran. Pada sel sel yang aktif mensintesis hormon streroid, RE kasar memiliki enzim-enzim untk mensintesis kolestrol, dan merupakan pra zat untuk sintesis steroid. Sintesis lipida berlangsung didalam RE halus. Semua lipida yang dibuat didalam sel disintesispada membran RE kecuali fosfatildilgliserat dan kardiolipin[2]

b. RE halus
RE halus merupakan RE yang permukaannya tidak terdapat bintik-bintik ribosom. Secara umum RE halus memiliki fungsi sebagai rangka dari matriks sitoplasma, tempat sintesis lipida, glikogen, kolestrol, gliserida, hormon, metabolisme, dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel, dan sebagaia lat transportasi bahan-bahan yang diperlukan inti sel dari luar inti sel. Didalam RE halus terdapat sejenis RE khusus ditemukan pada sel otot lurik, RE ini disebut RE sarkoplasmik. Yang membedakan RE saekoplasmik dan RE halus adalah kandungan protein nya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompah kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicu kontraksi otot.
Peranan RE halus antar lain RE halus ditemukan pada sel yang khusu terdapat dalam metabolisme lemak, misalnya sel yang mengeluarkan hormon steroid yang berasal dari lemak. Dinding RE halus mengandung enzim-enzim untuk membentuk lemak. Enzim yang digunakan sebagai pembentuk lemak di dinding membranosa RE kasar tidak cukup untuk mensintesis lemak yang sangat penting dalam mempertahankan kadar sekresi hormon steroid yang kuat. Sel –sel ini memiliki kompartemen RE halus yang besar untuk menampung yang lebih banyak enzim yng dibutuhkan untuk mengimbangi kebutuhan akan hormon tersebut. Enzim yang terdapat pada RE halus berperan dalam sintesis lipid, termasuk minyak, fosfolipid, dan steroid. Steroid yang dihasilkan oleh RE halus dalam sel hewan antara lain adalah hormon seks vertebrat dan berbagai hormon steroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal.

7.  Badan Golgi (Aparatus Golgi)
Badan golgi ditemukan oleh seorang ahli kebangsaan italia yang bernama camillo golgi pada tahun 1891 yang merupakan ahli histologi dan patologi. Camillo menemukan suatu struktur yang berbentuk seperti jala padabagian sitoplasma sel saraf kucing, camillo mewarnai sel saraf kcing dengan menggunakan osnium tetra oksida dan garam perak.
            Badan golgi berfungsi sebagai bagian sel pengirim dan penerima dan sebagai sekresi protein. Material diterima saat vesicle bersatu dengan Golgi apparatusdan dikirimkan ke bagian lain saat vesicle lepas. Material sementara disimpan pada badan golgi dan beberapa reaksi kimia selanjutnya terjadi di sana. Aparatus golgi merupakan organel pendistribusi dan pengiriman untuk produk kimia sel.
Badan golgi merupakan salah satu organel yang membrannya terbentuk dari lipoprotein. Organel ini banyak dijumpai pada sel hewan dan tumbuhan. Struktur badan golgi memiliki bentuk bertumpuk-tumpuk pada kantong yang pipih yang sangat kompleks dan bagian dalamnya terdapat ruang kecil yang dikena vakuola[1]


[1]Sipahutar, Dkk. 2005. Biologi Sel. Medan : FMIPA Unimed

8.  Sitoplasma
Sitoplasma/protoplasma adalah cairan sel yang mengisi ruangan antara membran sel dengan inti sel. Sitoplasma tersusun atas bahan dasar cair yang disebut sitosol yang berisi air dan senyawa organik terlarut seperti :garam, asam lemak, asam amino, gula nukleotida, protein, dsb. Sitoplasma merupakan sumber bahan kimia yang penting dan merupakan tempat berlangsungnya metabolisme tertentu seperti glikolisis, sintesis protein, sintesis asam lemak. Fungsi utama sitoplasma yaitu sebagai tempat berlangsungnya reaksi metaboisme yang ada didalam sel, sebagai pembant dan pemeriksa segala sesuatu yang terjadi didalam sel kecuali nukleus.



Daftar Pustaka

Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Campbell, Neil A. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Kimball, John W. 1983. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Rahmadina Dan Husnarika Febrianti. 2017. Biologi Sel Unit Terkecil Penyusun Tubuh Makhluk Hidup. Surabaya : Cv Selembar Papyrus
Sipahutar, Dkk. 2005. Biologi Sel. Medan : FMIPA Unimed
Sutiman, Dkk. 2017. Biologi Sel Sebah Perspektif Memahami Sistem Kehidupan. Malang : UB Presss


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...