SEL
TUMBUHAN

A. Organel-organel
khusus sel tumbuhan, yaitu:
1. Dinding sel
Dinding sel merupakan bagian
dari sel tumbuhan yang terletak di luar membran plasma dengan bentuk yang
tebal. Dinding sel ini mudah ditembus oleh saluran-saluran yang ada di dalamnya
disebut plasmodesma. Plasmodesma ini
dapat menghubungkan sitoplasma dengan sel-sel yang ada bersebelahan dengannya.
Dinding sel ini terbentuk dari polisakarida yang disebut selulosa dan protein lainnya dan berperan dalam penting dalam
mempertahankan bentuk sel, dan melindungi sitoplasma dan membran plasma dari
kerusakan mekanis, dan sebagai alat transportasi zat dari dalam keluar sel atau
sebaliknya[1]
Dinding sel yang terdapat
pada tumbuhan terdiri dari empat lapisan yaitu:
a. Lamela tengah ialah
suatu lapisan yang kaya akan pektin. Lapisan terluarnya berfungsi sebagai
penghubung antara sel-sel tanaman dan slaing menempel.
b. Dinding sel primer
memiliki struktur tipis dan fleksibel serta terbentuk sementara dalam sel
tumbuhnya.
c. Dinding sel sekunder
adalah suatu lapisan tebal yang terbentuk di dalam dinding sel utama setelah
sel menjadi dewasa. Dinding sel sekunder tidak ditemukan di dalam semua jenis
sel dan hanya ditemukan di dalam pembuluh kayu. Selulosa dan kitin merupakan
molekul polisakarida, yang berarti suatu zat yang terdiri dari banyak molekul
guka yang saling berkaitan. Selulosa
termasuk polimer dari glukosa, yang memiliki unsur karbon, hidrogen, dan
oksigen sedangkan zat kitin
merupakan polimer dari N-asetilglukosamin yang memiliki kandungan zat gula yang
memiliki unsur nitrogen.
Dinding sel yang terdapat
pada tumbuhan mempunyai kekuatan daya tarik yang cukup tunggi dalam menahan
tekanan osmosis yang dihasilkan dari perbedaan kosentrasi zat terlarut antara
sel interior dan air di bagian ektraseluler. Dinding sel memiliki ukuran
ketebalan sekitar 0,1 µm[2]
[1]Rahmadina
Dan Husnarika Febrianti. 2017. Biologi
Sel Unit Terkecil Penyusun Tubuh Makhluk Hidup. Surabaya : Cv Selembar
Papyrus

1. Plastida
Plastida merupakan salah
satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan yang sangat berperan penting dalam
proses fotosintesis. Plastida memiliki kromoplas yang mengandung klorofi; yang
disebut dengan kloroplas. Kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen,
misalnya karotin (kuning), fikodanin (biru), fikosantin (pirang), dan
fikoeritrin (merah). Kloroplas berperan dalam mengubah energi cahaya matahari menjadi
energi kimia yang tersimpan dalam molekul gula. Plastida memiliki ukuran yang
cukup besar diantara 4-6 um. Adapun pigmen yang terdapat di plastida yaitu
berwarna hijau, sedangkan pigmen yang tidak berwarna yaitu leukoplas. Leukoplas
berperan dalam pembuatan amilum (amiloplas) dan pembentukan lemak (lipoplas)[1]

3. vakuola
Vakuola merupakan tempat penyimpanan zat makanan,
penguraian zat sisa, sebagai zat hidrolisi makromolekul, dan sebagai pembesaran
vakuola yang sangat berperan dalam mekanisme pertumbuhan pada tumbuhan. Sel
tumbuhan umumnya memiliki satu sentral vakuola besar yang mengambil sebagian
besar tempat pada sel tumbuhan dan digunakan sebagai tempat penyimpanan
bermacam-macam molekul. Paramecium memiliki tipe khusus yang disebut
contractile vakuola yang berfungsi untuk mengeksresikan air dari sel. Bentuk
vakuola ini snagat berbeda dengan sel hewan karena pada sel hewan bentuknya
lebih kecil bahkan beberapa sel ada yang tidak memiliki vakuola. Bentuk vakuola
bukan hanya besar tapi terlihat lenih jelas dan lebih tua jika dibandingkan
dengan dengan sel hewan. Vakuola yang terdapat pada tumbuhan umumnya berisi
air, fenol, alkaloid, antosianin, dan protein[1]
Vakuola pusat yang ada pada sel tumbuhan dikelilingi
oleh tonoplas. Vakuola ini sangat membantu dalam menyokong kegiatan pada sel
tumbuhan termasuk daun dan bagian lunak lainnya. Zat yang terlarut dalam vakuola
ini dapat menyerap air. Ketika air masuk ke dalam vakuola, sel menjadi besar
dengan begitu bagian-bagian lunak tumbuhan dapat mempertahankan turgiditas dab
bentuknya[2]

[1]Campbell,
Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid
1. Jakarta : Erlangga
[2]Rahmadina Dan Husnarika Febrianti.
2017. Biologi Sel Unit Terkecil Penyusun
Tubuh Makhluk Hidup. Surabaya : Cv Selembar Papyrus
1.
Kloroplas
Sel tumbuhan mengandung satu tipe organel yang tidak
ditemukan pada sel hewan yaitu kloroplas. Kloroplas mengkonversikan energi
cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Pigmen utama yang
terdapat dalam kloroplas yang terlibat dalam adalah klorofil. Kloroplas
dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang
intermembran. Cairan dalam pusat kloroplas disebut stroma. Dalam cairan ini
terdapat sistem terdiri dari tumpukan cakram, masing-masing disebut tilakoid dan
memiliki klorofil dan pigmen lain dalam membrannya. Kumpulan dari tilakoid
disebut granum[1]
Kloroplas merupakan suatu anggota yang terspesialisasi
dari famili organel tumbuhan yang berkerabat dekat disebut plastida, kloroplas
hanya terdapat dalam sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada tumbuhan biasanya
berbentuk cakram denagn diameter 5-8 um dan tebal 2-4 um. Dalam satu tumbuhan
dapat menyimpan 50 mitokondria. Kloroplas dikelilingi membran ganda, yaitu
membran luar memiliki sifat yang sangat permeabel dan berperan dalam
mengalirkan molekul-molekul yang kurang dari 10 kilodalton. Permukaan membran
luar rata karena memiliki lipatan yang sedikit bila dibandingkan dengan membran
dalamnya. Peranan membran luar pada kloplas ialah untuk mengatur keluar
masuknya zat. Dalam kloroplas terdapat sebuah ruangan yang memisahkan antara
membran luar dan membran dalam dengan ketebalan sekitar 10 nm, ruangan ini
disebut ruangan antar membran.
Membran dalam kloroplas bersifat selektif permeabel
dan digunakan sebagai tempat protein transport melekat. Peranan membran ini
yaitu untuk memilih molekul yang keluar masuk dengan transport aktif. Membran
dalam bersifat permeabel terhadap sukrosa, karbon dioksida, sorbitol, asam
asetat, dan berbagai macam anion nya. Membran dalam menutupi daerah yang berisi
cairan yang disebut stroma[2]
Kloroplas terpisah dari sitosol oleh selaput yang
terdiri dari dua membran yang dipisahkan oleh ruang antar membran yang snagat
sempit. Dalam kloroplas terdapat sistem membran lain dalam bentuk
kantong-kantong pipih yang saling berhubungan
disebut tilakoid. Dalam beberapa wilayah tertentu terdapat tilakoid yang
ditumpuk seperti koin permainan poker, yang mana tumpukan tersebut disebut grana. Grana tersesn atas granum-granum
yang berperan sebgai tempat terjadinya reaksi terang dan gelap. Ukurannya
sekitar 0,3-2,7 nm. Dalam satu kloroplas terdapat 40-60 grana yang tersebar di
matriks kloroplas. Antara satu granum dengan granum yang lain dihubungkan oleh lamelatilakoid. Sedangkan antar grana
dan stroma dihubungkan oleh lamela
stroma. Sedangkan cairan yang berada diluar tilakoid disebut stroma., yang
menandung DNA kloroplas dan ribosom serta enzim. Membran kloroplas yang
memiiliki tiga komparten dalam ruangannya yaitu ruang antar membran. Ruang
tilakoid yaitu suatu lipatan membran dalam yang berbentuk seperti tumpukan
piringan yang saling berhubungan. Adapun
fungsi tilakoid yaitu untyk menangkap energi cahaya dengan merubahnya
menjadi energi kimia[3]

[1]Sipahutar,
Dkk. 2005. Biologi Sel. Medan : FMIPA
Unimed
[2]Sutiman, Dkk. 2017. Biologi Sel Sebah Perspektif Memahami Sistem
Kehidupan. Malang : UB Presss
[3]Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta :
Erlangga
A. Organel-
organel penyusun pada sel tumbuhan, yaitu:
1.
Membran
plasma
Membran plasma atau membran sel atau sering disebut
dengan nama plasmalemma merupakan suatu sistem membran yang merupakan lapisan
terluar yang membatasi isi sel dari lingkungannya. Membran ini terdapat pada
sel tumbuhan maupun sel hewan yang sangat tipis, hidup dan bersifat
semipermeabel. Rangka membran sel merupakan lapisan lipid bilayer, dua lapisan
fosfolipid dengan ekor membentuk susunan seperti sandwich. Membran plasma
tersusun dari lemak (lipid) dan protein (lipoprotein). Membran plasma merupakan
bagian terluar dari sel yang membungkus semua organel sel lainnya. Membran
plasma berfungsi dalam mengatur pertukaran zat antara sitoplasma dngan larutan
di luar sel, menyelenggrakan pertahanan mekanisme dan untuk memberi bentuk pada
sel, sebagai penyelenggara komunikasi antar sel dan anatr organel yang dapat
mengontrol masuknya nutrisi dan mineral ke dalam sel.
Berdasarkan pemeriksaan secara teliti, ditemukan bahwa
membran tersebut memiliki tiga lapisan di dalam sel yaitu dua garis gelap dan
dipisahkan oleh ruang yang jernih. Cara lain untuk mengetahui keberadaan
membran sel ialah dengan melakukan isolasi dari sisa sel dan memeriksakan
molekul-molekul yang menjadikan sebagai membran sel[1]
2.
Nukleus
Nukleus atau inti sel merupaka salah satu organel yang
berada di bagian pusat sel. Nukleus berfungsi sebagai pusat kegiatan yang ada
di dalam sel. Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel
eukariota(sebagian lain gen terletak di dalam mitokondriadan kloroplas). Dengan
diameter rata-rata 5μm, organel ini umumnya adalah organel yang paling mencolok
dalam sel eukariota.Kebanyakan sel memiliki satu nukleus,namun ada pula yang
memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak
memiliki nukleus, contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya
saat berkembang.Selubung nukleus
melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari sitoplasma. Selubung ini terdiri dari dua
membranyang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan protein terkait.
Membran luar dan dalam selubung nukleus dipisahkan oleh ruangan sekitar
20–40nm. Selubung nukleus memiliki sejumlah pori yang berdiameter sekitar 100nm
dan pada bibir setiap pori, kedua membran selubung nukleus menyatu.Di dalam
nukleus, DNAterorganisasi bersama dengan proteinmenjadi kromatin. Sewaktu sel
siap untuk membelah, kromatin kusut yang berbesntuk benang akan menggulung,
menjadi cukup tebal untuk dibedakan melalui mikroskopsebagai struktur terpisah
yang disebut kromosom.Struktur yang menonjol di dalam nukleus sel yang sedang
tidak membelah ialah nukleolus, yang merupakan tempat sejumlah komponen
ribosomdisintesis dan dirakit. Komponen-komponen ini kemudian dilewatkan
melalui pori nukleus ke sitoplasma, tempat semuanya bergabung menjadi ribosom.
Kadang-kadang terdapat lebih dari satu nukleolus, bergantung pada spesiesnyadan
tahap reproduksi sel tersebut.Nukleus mengedalikan sintesis proteindi dalam
sitoplasma dengan cara mengirim molekul pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA,
yang disintesisberdasarkan "pesan" genpada DNA. RNA ini lalu
dikeluarkan ke sitoplasma melalui pori nukleus dan melekat pada ribosom, tempat
pesan genetik tersebut diterjemahkanmenjadi urutan asam aminoprotein yang
disintesis[2]
3.
Nukleolus
Nukleolus merupakan bagian dari nukleus yang padat
dan tidak teratur, tempat sub unit ribosom tersebut terbentuk dari protein dan
RNA. Nukleolus ini dibentuk di daerah NOR (nukleolar
organizingregions). Kedua sub unit tersebut melewati pori-pori yangberinti
menuju sitoplasma yang merupakan tempat keduanya bergabung dan menjadi aktif
dalam pembentukan protein. Nukleolus disebut butir inti atau anak inti,
yang tidak memiliki membran atau selaput berupa anyaman. Nukleolus ini memiliki
ukuran yang bervariasi dan selalu berubah-ubah terutama pada tumbuhan.
Perubahan ini terjadi selama daur hidup sel, terutama pada saat tahapan
interfase yang mana perubahan nya terlihat dengan jelas. Nukleolus berfungsi
dalam mesentesis RNA protein dan juga dalam pembentukan ribosom,
4.
Mitokondria
Mitokondria merupakan salah satu tempat terjadinya
respirasi seluler. Mitokondria ditemukan pada semua sel eukariot, biasanya
dalam jumlah banyak pada tiap sel. Mitokondria juga sebagai derivat dari
endosimbiosis prokariot. Mitokondria membakar gula untuk bahan bakar/energi
dalam proses respirasi seluler, sehingga mitokondria disebut sebagai ‘mesin’nya
sel. Mitokondria terdiri dari membrane luar yang halus dan membrane dalam yang
berlekuk yang dipisahkan oleh ruang intermembran. Lekukan pada membrane dalam
disebut krista dan ruang di dalam membrane dalam disebut matrik mitokondria.
Mitokondria merupakan suatu benda yang berbentuk bulat
atau berbentuk tongkat dengan ukuran berkisar 0,2-5 um. Jumlah sel ini sangat
banyak dan beragam serta merupakan sel yang aktif contohnya sel hati. Meskipun
ukurannya besar dan dapt terlihat dengan menggunakan mikroskop cahaya, namun
mitokondria dapat terlihat oleh mikroskop
elektron.
Membran luar mitokondria merupakan batas halus yang
tak putus bagi mitokondria sedangakn membran dalamnya diperluas secara
berulang-ulang menjadi lipatan yang masuk ke dalam pada mitokondria. Lipatan
dalam yang seperti rak disebut kristal.
Membran dalam membagi dua mitokondria menjadi kompartmen internal. Pertama, ruang antar membran yang merupakan
wilayah sempit diantara membran dalam dan membran luar. Kedua, matriks mitokondria (mitocondrial matrix) yang diselubungi
oleh membran dalam. Matriks ini mengandung banyak enzim yang berbeda, serta DNA
mitokondria dan ribosom. Enzim-enzim mengkatalisis beberapa langkah respirasi seluler.
Protein lain yang berfungsi respirasi termasuk enzim ATP tertanam dalam membran
dalam.
Mitokondria dikenal sebagai sel yang aktif bekerja
sehingga dia banyak terdapat di daerah sel saraf, sel otot, dan sel sekretori.
Kegiatannya meliputi transmisi impuls listrik, kontraksi, dan sekresi sehingga
dikenal sebagai rumah kuasa dari sel
tersebut. Jumalah organel yang terdapat pada mitokondria berkorelasi dengan tingkat
aktivitas metabolisme sel[1]
5.
Ribosom
Ribosom ditemukan pertama kali oleh George Emil Palade, seorang ilmuwan
biologi sel yang berkebangsaan Romania pada pertengahan tahun 1950-an, dengan
menggunakan mikroskop elektron. Kata ribosom berasal dari bahasa yunani soma
yaitu “badan” dan ribonucleic acid (asam ribonukleat).
Ribosom adalah suatu organel yang berukuran kecil,
padat, dan tidak memiliki membran yang ada pada semua sel hidup, diameter pada
ribosom antara 17-20 um. Ribosom berperan sebagai tempat terjadinya reaksi
sintesis protein. Molekul utama yang digunakan sebagai penyusun ribosom adalah
ribosomal RNA atau disingkat rRNA serta protein. Ribosom merupakan salah stu
organel yang keberadaannya juga terdapat pada sel eukariotik dan prokariotik
yang jumlahnya hingga ribuan buah. Ribosom terdiri dari atas dua sub unit yaitu
sub unit besar dan sub unit kecil[1]
6.
Retikulum Endoplasma
(RE)
Retikulum endoplasma adalah serangkaian saluran yang
membentuk jaringan yang saling sambung menyambung dan terbentang dari membran
sel hingga ke membran nukleus. RE ini merupakan membran yang bersifat lipoprotein dan terdapat didalam
sitoplasma antara membran inti dengan membran sitoplasma.
RE berfungsi sebagai tempat penyimpanan calcium, bila sel
berkontraksi maka calcium akan dikeluarkan dari RE dan menuju ke sitosol,
sebagai tempat memodifikasi protein yang disintesis oleh ribosom untuk
disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel, sebagai tempat
mensintesi kolestrol dan lemak, sebagai tempat menetral racun.
RE merupakan perluasan dari membran nukleus yang
membentuk kompartemen berkelanjutan dan terlipat hingga membentuk saluran dan
kantung. Jika dilihat dengan mikrograf elektron akan terlihat nyata baris baris
ribosom yang berjarak sama menempel pada permukaan membran retikulum yang
menghadap sitosol. Ribosom tersebut membentuk rantai polipeptida, yang kemudian
keluar pada bagian dalam RE tersebut. Di dalam RE, terdapat protein yang
melipat dan membentuk struktur tersier dan beberapa protein yang lainnya
terbagi menjadi bagian membran RE dan dibawa menuju fungsinya masing-masing di
dalam sel. RE berbentuk seperti ruangan atau ronga-rongga kosong yang ditutupi
dengan membran dengan ketebalan 4 nm. RE terdiri dari jejaring yang berbentuk
tubulus dan kantung bermembran yang disebut sisterna (penampung cairan). Membran RE memisahkan kompartmen
internal RE yang disebut lumen
(rongga) RE atau ruang sisterna dari sitosol[1]
Secara struktural RE dibedakan menjadi dua macam,
yaitu:
a. RE Kasar
RE yang pada permukaannya terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom,
bagian ini disebut RE kasar. Fungsi RE kasar yaitu untuk mengisolir dan membawa
protein tersebut ke bagian sel lainnya atau dikenal sebagai tempat sintesis
protein, sebagai temapt modifikasi protein sbagai sulfatisasi, pelipatan, dan
glikolisilasi dalam RE kasar. Sehingga protein tersebut menjadi bahan untuk
pembentukan sel integral dan elamk pada membran. Kebanyakan protein tidak
diperlukan dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan dari sel. Contoh
protein tersebut enzim dan hormon.
Retikulum endoplasma kasar berada lebih dekat dengan nukleus. RE kasar
mempunyai daerah yang sebagian besar tidak mengandung ribosom. Daerah tersebut
disebut daerah peralihan, karena didaerah tersebut dibentuk vesikula trasport
atau vesikulatransisi atau REtransisi. Vesikula tersebut memiliki
kandungan protein atau lipida yang diangkut secara intarseluler. RE transisi
berfungsi sebagai pengangkut makromolekul atau protein dari RE dalam vesikula
transport terdapat protein yang karut yang berasal dari lumen RE (protein
sekretori) atau protein yang terikata pada membran vesikula atau protein
membran. Vesikula tersebut dapat bergabung dengan membran sasaran dan
melepaskan siisnya. Membran vesikula merupakan bagian dari membran sasaran.
Pada sel sel yang aktif mensintesis hormon streroid, RE kasar memiliki
enzim-enzim untk mensintesis kolestrol, dan merupakan pra zat untuk sintesis
steroid. Sintesis lipida berlangsung didalam RE halus. Semua lipida yang dibuat
didalam sel disintesispada membran RE kecuali fosfatildilgliserat dan
kardiolipin[2]
b. RE halus
RE halus merupakan RE yang permukaannya tidak terdapat bintik-bintik
ribosom. Secara umum RE halus memiliki fungsi sebagai rangka dari matriks
sitoplasma, tempat sintesis lipida, glikogen, kolestrol, gliserida, hormon,
metabolisme, dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat obatan, dan tempat
melekatnya reseptor pada protein membran sel, dan sebagaia lat transportasi
bahan-bahan yang diperlukan inti sel dari luar inti sel. Didalam RE halus terdapat
sejenis RE khusus ditemukan pada sel otot lurik, RE ini disebut RE sarkoplasmik. Yang membedakan RE
saekoplasmik dan RE halus adalah kandungan protein nya. RE halus mensintesis
molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompah kalsium. RE
sarkoplasmik berperan dalam pemicu kontraksi otot.
Peranan RE halus antar lain RE halus ditemukan pada
sel yang khusu terdapat dalam metabolisme lemak, misalnya sel yang mengeluarkan
hormon steroid yang berasal dari lemak. Dinding RE halus mengandung enzim-enzim
untuk membentuk lemak. Enzim yang digunakan sebagai pembentuk lemak di dinding
membranosa RE kasar tidak cukup untuk mensintesis lemak yang sangat penting
dalam mempertahankan kadar sekresi hormon steroid yang kuat. Sel –sel ini
memiliki kompartemen RE halus yang besar untuk menampung yang lebih banyak
enzim yng dibutuhkan untuk mengimbangi kebutuhan akan hormon tersebut. Enzim
yang terdapat pada RE halus berperan dalam sintesis lipid, termasuk minyak,
fosfolipid, dan steroid. Steroid yang dihasilkan oleh RE halus dalam sel hewan
antara lain adalah hormon seks vertebrat dan berbagai hormon steroid yang disekresikan
oleh kelenjar adrenal.
7.
Badan Golgi
(Aparatus Golgi)
Badan golgi ditemukan oleh seorang ahli kebangsaan
italia yang bernama camillo golgi pada tahun 1891 yang merupakan ahli histologi
dan patologi. Camillo menemukan suatu struktur yang berbentuk seperti jala
padabagian sitoplasma sel saraf kucing, camillo mewarnai sel saraf kcing dengan
menggunakan osnium tetra oksida dan garam perak.
Badan
golgi berfungsi sebagai bagian sel pengirim dan penerima dan sebagai sekresi
protein. Material diterima saat vesicle bersatu dengan Golgi apparatusdan
dikirimkan ke bagian lain saat vesicle lepas. Material sementara disimpan pada
badan golgi dan beberapa reaksi kimia selanjutnya terjadi di sana. Aparatus
golgi merupakan organel pendistribusi dan pengiriman untuk produk kimia sel.
Badan golgi merupakan salah satu organel yang
membrannya terbentuk dari lipoprotein. Organel ini banyak dijumpai pada sel
hewan dan tumbuhan. Struktur badan golgi memiliki bentuk bertumpuk-tumpuk pada
kantong yang pipih yang sangat kompleks dan bagian dalamnya terdapat ruang
kecil yang dikena vakuola[1]
[1]Sipahutar,
Dkk. 2005. Biologi Sel. Medan : FMIPA
Unimed
8.
Sitoplasma
Sitoplasma/protoplasma adalah cairan sel yang mengisi
ruangan antara membran sel dengan inti sel. Sitoplasma tersusun atas bahan
dasar cair yang disebut sitosol yang berisi air dan senyawa organik terlarut
seperti :garam, asam lemak, asam amino, gula nukleotida, protein, dsb.
Sitoplasma merupakan sumber bahan kimia yang penting dan merupakan tempat
berlangsungnya metabolisme tertentu seperti glikolisis, sintesis protein,
sintesis asam lemak. Fungsi utama sitoplasma yaitu sebagai tempat
berlangsungnya reaksi metaboisme yang ada didalam sel, sebagai pembant dan
pemeriksa segala sesuatu yang terjadi didalam sel kecuali nukleus.
Daftar
Pustaka
Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Campbell, Neil A. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Kimball, John W. 1983. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Rahmadina Dan Husnarika Febrianti. 2017. Biologi Sel Unit Terkecil Penyusun Tubuh
Makhluk Hidup. Surabaya : Cv Selembar Papyrus
Sipahutar, Dkk. 2005. Biologi Sel. Medan : FMIPA Unimed
Tidak ada komentar:
Posting Komentar