PINDAH
SILANG
DOSEN
PENGAMPU :
ZAHRATUL
IDAMI, S.Kel,M.Sc

DISUSUN
OLEH :
MASDINGIN
NAIPOSPOS (0704171011)
PROGRAM
STUDI BIOLOGI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
2019/2020
PEMBAHASAN
A.
PINDAH
SILANG
1.
Pengertian
Pindah Silang
Pindah
silang atau cross over adalah sebuah proses yang membentuk kormosom baru dari
dua krromosom induk dengan menggabungkan bagian informasi dari masing-masing
kromosom. Kromosom baru dihasilkan dari cross over yang disebut anak kromosom.
Pindah
silang merupakan pertukaran segmen antara dua kromosom homolog. Peristiwa
pindah silang umum terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakan makhluk
seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Pindah silang terjadi ketika meiosis 1 A
(akhir profase 1 atau permulaan metafase 1) yaitu pada saat kromosom telah
telah mengganda menjadi dua kromatid.
Pada
waktu kromatid hendak memisah yaitu pada anafase 1, kromatid yang bersilang itu
melekat dan putus dibagian kiasma, kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid
sebelahnya secara timbal balik. Berhubungan dengan itu, gen-gen yang terletak
pada bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya kromatid sebelah.
Pindah
silang terjadi selama profase meiosis ketika kromosom homolog pertama kali
muncul sebagai pasangan selama profase 1, suatu perlengkapan protein yang
dinaakan kompleks sinaptonemal menggabungkan
kromosom sehingga terikat kuat satu dengan yang lainnya fungsinya mirip
sebuah resleting. Pemasangan berlangsung secara cermat, penataan yang homolog satu
sama lain gen demi gen.
Pindah silang terjadi
ektika persi homolog dua kromatid bukan sudara bertukar tempat. Dalam kasusu
manusia rata-arata dua atau tiga kejadian pindah silang seperti itu terjadi
untuk setiap apsangan kromosom. Lokasi pertukaran geentik ini nmpak pada
mikroskop cahaya sebagai kias mata, diperlihatkan leh gambar. Yang penting
dipahamai adalah bahwa pindah silang dengan mengkombinasikan DNA yang diwarisi dari kedua
orang tua menjadi sebuah kromosom tunggal merupakan sumber variasi genetik yang
penting dalam siklus hidup seksual.

Jikadua gen berpautan, kedua gen ini akanbersama-samadiwariskan dalam satu
gamet. Akan tetapi, jika terjadi pindah
silang dalamprosesmeiosis, kedua gen tersebut dapat berpisah dan membentukrekombinasi
baru dalam gametnya. Hal inilah yang menyebabkan adanyahasil pada sifat bunga
ungu-polen bulat dan bunga merah-polen lonjong,meskipun nilai tersebut kecil.
1.
Pembagian
Pindah Silang
a.
Pindah
silang tunggal
Pindah silang tunggal, ialah pindah silang yang terjadi pada satutempatPindah
silang tunggal, hasilnya berupa gamet-gamet tipe parental yang dibentuk dalam
jumlah banyak (karena tidak mengalami pindah silang) dan gamet tipe rekombinasi
yang jumlahnya lebih sedikit karena mengalami pindah silang.
Dengan
terjadinya pindah silang itu akan terbentuk 4 macam gamet. Dua macam memiliki
gamet memiliki gen yang sama dengan gen yang memiliki induk (parental), maka
dinamakan gamet tipe parental. Dua gamet lainnya merupakan gamet abru yang
terjadi ebagai akibat adanya pindah silang. Gamet ini dinamakan gamet tipe
rekombinasi. Gamet tipe parental dibentu jauh lebih banyak dibandingkan dengan
gemat tipe rekombinasi.
a.
Pindah
silang ganda
Pindah silang yang terjadi apda dua
tempat. Jika pindah silang ganda dalam bahsa inggris berlangsung diantara dua
buah gen yang terangkai, maka terjadinya pindah silang ganda itu tidak akan
nampak dalam fenotip, sebeab gamet yang dibentuk ahnya dari tipe parental dan
tipe rekombinasi. Akibat pindah silang tunggal. Akan tetapi andai kata diantara
gen A DAN B masih ada gen ketiga. Misalnya gan A dan B akan nampak.
Pindah
silang ganda yang berlangsung antara 3 gen yang berangkai. Terbentuk 4 macam
gamet. Gamet no.1 dan 4 merupakan gamet tipe parental sedangkan no 2 dan 3
merupakan gamet tipe rekombinasi.
2.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Pindah Silang
1. Temperatur
yang melebihi atau kurang dari temperatur normal
2. Umur,
makin tua suatu individu makin kurang mengalami pindah siang
3. Zat
kimia, zat-zat kimia tertentu
4. Penyinarand
engan sinar X
5. Jarak
antar gen-gen terangkai, makin jauh makin besar kemungkinan pindah silang
6. Jenis
kelamin, umumnya pindah silang terjadi pad individu janta maupun betina
3.
Nilai
Presentasi Pindah Silang
Telah
diketahui bahwa dengan adanya peristiwa pindah silang dalam keturunan dibedakan
tipe parental (tipe orang tua) dan tipe rekombinasi. Adapun tipe yang dimaksud
dengan nilai pindah silang (NPS) ialah angka yang menunjukkan besarnya nilai
presentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang.
NPS = jumlah tipe rekombinasi / jumlah seluruh individu x
100 %
Contoh
NPS : 16 x 22 / 773 x 100 % = 4,90 %
Ini
berarti bahwa kekuatan pindah silang antara gen-gen yang teragnkai itu ialah
4,90 %. Tipe parental 100 % - 4,90 % = 95,10 %, tentunya nilai pindah silang
tidak akan melebihi 50 %, biasanya bahkan kurang dari 50 % karena :
a. Hanya
dua dari empat kromatid saja ikut mengambil bagian apda peristiwa pindah silang
b. Pindah
silang agnda akan mengurangi banya tipe rekombiansi yang dihasilkan
Hasil
persilangan menunjukkan adanya karakter lain pada parameter bentuk daun, warna
daun, warna batang, warna stolon, dan gerigi daun yang muncul selain karakter
dari kedua tetua. Mendel berasumsi bahwa dalam pembentukkan gamet, tiap alel
diturunkan secara bebas kepada setiap gamet dan tidak selalu bersamaan,
sehingga muncul karakter – karakter pada keturunannya yang beraneka ragam.
Proses terbentuknya karakter baru pada persilangan diduga terjadi selama proses
pembelahan meosis.
Pindah
silang yang terjadi pada pembelahan meosis terjadi pada akhir profase I atau
awal metaphase 1 pada saat kromosom yang telah mengganda menjadi dua kromatid.
Pada umumnya pindah silang terjadi pada kromatid – kromatid tengah yaitu
kromatid nomor dua dan tiga dari tetrad kromatid, tetapi tidak menutup
kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid – kromatid yang lain (Campbell,
2004 dalam Listiani, 2013). Mekanisme pindah silang diikuti oleh patah dan
melekatnya kromatid pada waktu profase selama proses meosis. Pasangan kromosom
homolog berpisah dan bertukaran materi genetik sehingga merubah susunan gen dan
akhirnya membentuk rekombinasi baru pada gametnya.
A. HUKUM MENDEL
Gregor
Mendel (1822-1884), orang AUSTRIA, pantas dinyatakans ebagai bapak geentika
karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan percobaan perkawinan silang,
yang dilakukan pada ebberapa jenis tanaman kapri, untuk memeplajari sifat
perbedaan satu dengan lainnya. percobaan ini dilakuka sealma 7 athun, mendel
memilih tanaman kapri dalam percobaannyaa, karena tanaman ini mempunyai umur
yang pednek, mudah tumbuh, dapat disilangkan secara buatan dan mempunyai
sifat-sifat dengan perbdeaan karakter yang kontras.
Mendel
II adalah hukum kombinasi bebas adalah gen-gen yang terangkai dalam kromosom
yang sehomolog selama meiosis. Jadi yang berkombinasi bebas adalah gen yang
terangkai dalam kromosom, bukan gen yang terpisah dalam bentuk sendiri-sendiri
(Corebima, 2004). Faktor-faktor (gen) yang diperhatikan J.G. Mendel, seperti
yang telah disebutkan, memang terbukti terdapat pada pasangan kromosom yang
berbeda; dan faktor-faktor (gen) itu pada percobaan persilangan J.G. Mendel
berperan sebagai penanda kromosom tempat terpautnya sebagaimana terlihat pada
Gambar 5.6 yang melakukan pemisahan dan pilihan bebas adalah pasangan
kromosom.Berikut digambarkan persilangan individu homozigot yang mengandung gen
2 sifat beda yang keduanya dominan dan individu dengan 2 sifat beda yang
keduanya resesif.
Bunyi Hukum kedua Mendel II menyatakan
bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka
diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat
yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling
memengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan e.g. tinggi tanaman
dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling memengaruhi.
DAFTAR PUSTAKA
Alfandianto,
Alex, Yohannes Anton Nugroho dan Widya Setiafindari. 2017. Penjadwalan Produksi Menggunakan Pendekatan Algoritma Gnetika di PT
Pertani (PERSERO) Cabang D.I.Yogyakarta.
Jurnal Disprotek. Vol.8 No.2
Haqiqi,
Ifrahul, Damanhuri, Niken Kendarini dan Dita Agisimanto. 2015. Studi Keberhasilan Persilangan Stroberi
(Fragaria X ananassa Duch). Jurnal Produksi Tanaman. Vol.3 No.2
Mustami, Muh Khalifah. 2013. GENETIKA. Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin
Nusantari,
Elya.2015. GENETIKA : Belajar Genetika
dengan Mudah & Komprehensif. Yogyakarta : Penerbit Deepublish
Tidak ada komentar:
Posting Komentar