Kamis, 30 Januari 2020

Makalah Pindah Silang


PINDAH SILANG

DOSEN PENGAMPU :
ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc

Hasil gambar untuk logo uinsu medan


DISUSUN OLEH : 
              MASDINGIN NAIPOSPOS             (0704171011)




PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
2019/2020

PEMBAHASAN


A.      PINDAH SILANG
1.    Pengertian Pindah Silang
Pindah silang atau cross over adalah sebuah proses yang membentuk kormosom baru dari dua krromosom induk dengan menggabungkan bagian informasi dari masing-masing kromosom. Kromosom baru dihasilkan dari cross over yang disebut anak kromosom.
Pindah silang merupakan pertukaran segmen antara dua kromosom homolog. Peristiwa pindah silang umum terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakan makhluk seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Pindah silang terjadi ketika meiosis 1 A (akhir profase 1 atau permulaan metafase 1) yaitu pada saat kromosom telah telah mengganda menjadi dua kromatid.
Pada waktu kromatid hendak memisah yaitu pada anafase 1, kromatid yang bersilang itu melekat dan putus dibagian kiasma, kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. Berhubungan dengan itu, gen-gen yang terletak pada bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya kromatid sebelah.
Pindah silang terjadi selama profase meiosis ketika kromosom homolog pertama kali muncul sebagai pasangan selama profase 1, suatu perlengkapan protein yang dinaakan kompleks sinaptonemal menggabungkan  kromosom sehingga terikat kuat satu dengan yang lainnya fungsinya mirip sebuah resleting. Pemasangan berlangsung secara cermat, penataan yang homolog satu sama lain gen demi gen.
          Pindah silang terjadi ektika persi homolog dua kromatid bukan sudara bertukar tempat. Dalam kasusu manusia rata-arata dua atau tiga kejadian pindah silang seperti itu terjadi untuk setiap apsangan kromosom. Lokasi pertukaran geentik ini nmpak pada mikroskop cahaya sebagai kias mata, diperlihatkan leh gambar. Yang penting dipahamai adalah bahwa pindah silang dengan mengkombinasikan DNA yang diwarisi dari kedua orang tua menjadi sebuah kromosom tunggal merupakan sumber variasi genetik yang penting dalam siklus hidup seksual.

 Hasil gambar untuk gambar pindah silang

Jikadua            gen      berpautan,       kedua  gen      ini        akanbersama-samadiwariskan dalam satu gamet. Akan tetapi,  jika terjadi pindah silang dalamprosesmeiosis,  kedua  gen      tersebut           dapat berpisah dan membentukrekombinasi baru dalam gametnya. Hal inilah yang menyebabkan adanyahasil pada sifat bunga ungu-polen bulat dan bunga merah-polen lonjong,meskipun nilai tersebut kecil.

1.    Pembagian Pindah Silang
a.        Pindah silang tunggal
Pindah silang tunggal, ialah pindah silang yang terjadi pada satutempatPindah silang tunggal, hasilnya berupa gamet-gamet tipe parental yang dibentuk dalam jumlah banyak (karena tidak mengalami pindah silang) dan gamet tipe rekombinasi yang jumlahnya lebih sedikit karena mengalami pindah silang.
Dengan terjadinya pindah silang itu akan terbentuk 4 macam gamet. Dua macam memiliki gamet memiliki gen yang sama dengan gen yang memiliki induk (parental), maka dinamakan gamet tipe parental. Dua gamet lainnya merupakan gamet abru yang terjadi ebagai akibat adanya pindah silang. Gamet ini dinamakan gamet tipe rekombinasi. Gamet tipe parental dibentu jauh lebih banyak dibandingkan dengan gemat tipe rekombinasi.

Hasil gambar untuk gambar pindah silang


a.        Pindah silang ganda
Pindah silang yang terjadi apda dua tempat. Jika pindah silang ganda dalam bahsa inggris berlangsung diantara dua buah gen yang terangkai, maka terjadinya pindah silang ganda itu tidak akan nampak dalam fenotip, sebeab gamet yang dibentuk ahnya dari tipe parental dan tipe rekombinasi. Akibat pindah silang tunggal. Akan tetapi andai kata diantara gen A DAN B masih ada gen ketiga. Misalnya gan A dan B akan nampak.
Pindah silang ganda yang berlangsung antara 3 gen yang berangkai. Terbentuk 4 macam gamet. Gamet no.1 dan 4 merupakan gamet tipe parental sedangkan no 2 dan 3 merupakan gamet tipe rekombinasi

Hasil gambar untuk gambar pindah silang

2.        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pindah Silang

      1.      Temperatur yang melebihi atau kurang dari temperatur normal
      2.      Umur, makin tua suatu individu makin kurang mengalami pindah siang
      3.      Zat kimia, zat-zat kimia tertentu
      4.      Penyinarand engan sinar X
      5.      Jarak antar gen-gen terangkai, makin jauh makin besar kemungkinan pindah silang
      6.      Jenis kelamin, umumnya pindah silang terjadi pad individu janta maupun betina

3.    Nilai Presentasi Pindah Silang
Telah diketahui bahwa dengan adanya peristiwa pindah silang dalam keturunan dibedakan tipe parental (tipe orang tua) dan tipe rekombinasi. Adapun tipe yang dimaksud dengan nilai pindah silang (NPS) ialah angka yang menunjukkan besarnya nilai presentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang.
NPS = jumlah tipe rekombinasi / jumlah seluruh individu  x 100 %

Contoh NPS :  16 x 22 / 773 x 100 % = 4,90 %
Ini berarti bahwa kekuatan pindah silang antara gen-gen yang teragnkai itu ialah 4,90 %. Tipe parental 100 % - 4,90 % = 95,10 %, tentunya nilai pindah silang tidak akan melebihi 50 %, biasanya bahkan kurang dari 50 % karena :
      a.       Hanya dua dari empat kromatid saja ikut mengambil bagian apda peristiwa pindah silang
      b.      Pindah silang agnda akan mengurangi banya tipe rekombiansi yang dihasilkan

Hasil persilangan menunjukkan adanya karakter lain pada parameter bentuk daun, warna daun, warna batang, warna stolon, dan gerigi daun yang muncul selain karakter dari kedua tetua. Mendel berasumsi bahwa dalam pembentukkan gamet, tiap alel diturunkan secara bebas kepada setiap gamet dan tidak selalu bersamaan, sehingga muncul karakter – karakter pada keturunannya yang beraneka ragam. Proses terbentuknya karakter baru pada persilangan diduga terjadi selama proses pembelahan meosis.
Pindah silang yang terjadi pada pembelahan meosis terjadi pada akhir profase I atau awal metaphase 1 pada saat kromosom yang telah mengganda menjadi dua kromatid. Pada umumnya pindah silang terjadi pada kromatid – kromatid tengah yaitu kromatid nomor dua dan tiga dari tetrad kromatid, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid – kromatid yang lain (Campbell, 2004 dalam Listiani, 2013). Mekanisme pindah silang diikuti oleh patah dan melekatnya kromatid pada waktu profase selama proses meosis. Pasangan kromosom homolog berpisah dan bertukaran materi genetik sehingga merubah susunan gen dan akhirnya membentuk rekombinasi baru pada gametnya.

A.  HUKUM MENDEL
Gregor Mendel (1822-1884), orang AUSTRIA, pantas dinyatakans ebagai bapak geentika karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan percobaan perkawinan silang, yang dilakukan pada ebberapa jenis tanaman kapri, untuk memeplajari sifat perbedaan satu dengan lainnya. percobaan ini dilakuka sealma 7 athun, mendel memilih tanaman kapri dalam percobaannyaa, karena tanaman ini mempunyai umur yang pednek, mudah tumbuh, dapat disilangkan secara buatan dan mempunyai sifat-sifat dengan perbdeaan karakter yang kontras.
Mendel II adalah hukum kombinasi bebas adalah gen-gen yang terangkai dalam kromosom yang sehomolog selama meiosis. Jadi yang berkombinasi bebas adalah gen yang terangkai dalam kromosom, bukan gen yang terpisah dalam bentuk sendiri-sendiri (Corebima, 2004). Faktor-faktor (gen) yang diperhatikan J.G. Mendel, seperti yang telah disebutkan, memang terbukti terdapat pada pasangan kromosom yang berbeda; dan faktor-faktor (gen) itu pada percobaan persilangan J.G. Mendel berperan sebagai penanda kromosom tempat terpautnya sebagaimana terlihat pada Gambar 5.6 yang melakukan pemisahan dan pilihan bebas adalah pasangan kromosom.Berikut digambarkan persilangan individu homozigot yang mengandung gen 2 sifat beda yang keduanya dominan dan individu dengan 2 sifat beda yang keduanya resesif.


Bunyi Hukum kedua Mendel II menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan e.g. tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling memengaruhi.





DAFTAR PUSTAKA

Alfandianto, Alex, Yohannes Anton Nugroho dan Widya Setiafindari. 2017. Penjadwalan Produksi Menggunakan Pendekatan Algoritma Gnetika di PT Pertani (PERSERO) Cabang  D.I.Yogyakarta. Jurnal Disprotek. Vol.8 No.2

Haqiqi, Ifrahul, Damanhuri, Niken Kendarini dan Dita Agisimanto. 2015. Studi Keberhasilan Persilangan Stroberi (Fragaria X ananassa Duch). Jurnal Produksi Tanaman. Vol.3 No.2

Mustami,  Muh Khalifah. 2013. GENETIKA. Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin

Nusantari, Elya.2015. GENETIKA : Belajar Genetika dengan Mudah & Komprehensif. Yogyakarta : Penerbit Deepublish

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...