BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap
rangsang eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan dalam
bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Setiap individu, baik pada hewan
yang uniseluler maupun pada hewan yang multiseluler, merupakan suatu unit.
Hewan itu berorganisasi, berarti setiap bagian dari tubuhnya merupakan
subordinate dari individu sebagai keseluruhan, baik sebagai bagian satu sel
maupun seluruh sel.
Sistem
koordinasi merupakan suatu sistem yang mengatur kerja semua sistem organ agar
dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi itu bekerja untuk menerima
rangsangan, mengolahnya dan kemudian meneruskannya untuk menaggapi rangsangan
tadi. Setiap rangsangan-rangsangan yang kita terima melalui indera kita, akan
diolah di otak. Kemudian otak akan meneruskan rangsangan tersebut ke organ yang
bersangkutan.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sistem saraf pada
Pisces?
2.
Bagaimana sistem saraf pada
Ampibia?
3.
Bagaimana sistem saraf pada
Reptilia?
4.
Bagaimana sistem saraf pada
Aves?
5.Bagaimana
sistem saraf pada Mamalia?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui sistem saraf pada
Pisces.
2.
Untuk mengetahui sistem saraf
pada Ampibia.
3.
Untuk mengetahui sistem saraf
pada Reptilia.
4.
Untuk mengetahui sistem saraf pada
Aves.
5.
Untuk mengetahui sistem saraf pada
Mamalia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. SISTEM SARAF VERTEBRATA
Sistem
saraf merupakan sistem yang khas bagi hewan, karena sistem saraf ini tidak
dimiliki oleh tumbuhan. Sistem saraf yang dimiliki oleh hewan berbeda-beda,
semakin tinggi tingkatan hewan semakin kompleks sistem sarafnya.
Sistem saraf berfungsi untuk mengontrol tubuh
manusia, mengontrol aktivitas
metabolisme, dan
memproses informasi yang diterima dan memberi respon terhadap rangsangan. Pada
tubuh mahluk hidup terdapat dua kelompok
kerja sistem saraf,yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.Kedua sistem tersebut
pada dasar nya tidak bekerja secara terpisah ,Tetapi saling melengkapi.
Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai
(berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok
sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang
berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang
menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem
saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) (Kimball,1994).
A.
Sistem Saraf Pada Pisces
Sistem
saraf pada ikan ada dua yaitu saraf pusat dan saraf tepi. Kedua sistem saraf
ini pada dasarnya bekerja secara terpisah namun saling melengklapi. Sistem
saraf pusat merupakan jaringan yang menjalin seluruh tubuh dalam otak maupun
susmsum tulang belakang. Otak terletak pada bagian yang paling tinggi. Otak ikan
terdiri dari beberapa daerah yaitu, didepan adalah lobus penciuman sepasang
yang menerima dan memproses sinyak dari lubang hidung melalui dua saraf
penciuman. Lobus penciuman ikan yang paling tajam terhadap bau adalah ikan hiu
dan ikan lele. Di balik cuping penciuman ada dua lobed telencephalon. Otak terdiri
atas otak besar (cerebrum), otak tengah, otak kecil, dan susmsum lanjutan.
Sistem saraf tepi terdiri atas serabut saraf otak dan serabut saraf dari sumsum
tulang belakang. Otak tengah untuk indera penglihatan. Otak kecil berfungsi
untuk keseimbangan dan prngaturan gerak-gerak otot ikan pada saat berenang.
Otak ikan hiu merupakan tipe otak
yang maju dibandingkan dengan lintah laut, diantara nya adalah terdapat dua
kantung olfaktori dihidung, saluran olfaktori besar dan memanjang ke lobus
olfaktori yang melekat dengan erat ke pasangan hemisfer selebral di
diensefalon. Dibagian dorsal,diesefalaon mengandung sebuah tangkai pineal serta
badan pineal dan di bagian ventral diesenfalon terdapat ifundibulum yaitu
tempat melekatkannya hiposis, semua ini adalah bagian dari dorsal otak tengah.
Otak belakang terdiri atas sebellum dorsal median yang berukuran besar diatas
medula oblongata yang membuka bagian atas. Terdapat sepuluh saraf spinal yang
melayani struktur terutama kepala. Tali saraf dilindungi oleh lengkung neural
tulang belakang, selanjutnya saraf spinal berpasangan diantara lengkung neural
dari tulang belakang secara berturut.
B.
Sistem Saraf Pada Amphibi (Katak)
Sistem saraf
pada amphibi terdiri dari saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat yaitu
otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis).
Pada amphibi otak dan sumsum tulang belakang
dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang serta tengkorak dibungkus dengan 2 lapisan selaput yaitu
durameter yang berbatas dengan tulang dan pipameter serta jaringan saraf.
Diantra dua lapisan ini terdapat spatium subdurale dan cairan cerebrospinali.
Apabila membran inti terkena ini maka terjadi radang disebut meninghitis.
Sistem saraf amphibi adalah otak dimana amphibi mempunyai penglihatan lebih
baik yang disebut sebagai otak tengah. Materi kelabu pada otak terletak di
bagian luar/kulit nya dan bagian putih berada ditengah
1.
Otak (Ensefalon)
Otak merupakan pusat koordinasi dalam tubuh yang
terletak di dalam tylang tengkorak yang disebelubungi oleh jaringan meninges.
Ada 10 saraf kranial dan tiga saraf pertama berbentuk pleksus brakeal. Saraf ke
7 dan ke 8 dan ke 9 memebentuk pleksus iskiadikus.amphibi memiliki trunckus
bulbus olfaktorius
Otak terdiri 5 bagian yaitu:
a.
Lobus olfaktorius
Yaitu pada amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius. Lobus ini tidak
banyak berkembang, oleh karena itu berbentuk relative kecil dan merupakan
penonjolan sehingga disebut hemisperium serebri. Peran lobus ini sebagai pusat
pembau.
b.
Otak besar (cerebrum)
Yaitu sumber dari gerakan kesadaran atau seluruh kegiatan sesuai kehendak.
Walaupun ada gerak refleks dari otak.bagian korteks serebrum berwarna kelabu
dan sebagai penerima rangsang (area sensor) yang terletak di belakang area
motor yang berfungsi untuk mengatur gerakan sadar maupun respon rangsangan.
Area asosiasi merupakan penghubung area motor dan sensorik. Cerebrum akan
terjadi aktivitas yang kompleks seperti pembiakan dan macam gerak. Cerebrum
amphibi terdiri sepasang hemispermium.
c.
Otak tengah (mesencephalon)
Yaitu terletak di depan otak kecil di otak tengah terdapat kelenjar
hipofisis dan talamus. Thalamus ada di bagian dorsal otak yang merupakan
jembatan antara mesenfalon dan cerebrum. kelenjar hipofisis teletak di ventral
otak yang berfungsi untuk mengatur krja kelenjar endokrin. Sehingga dosebut
master of glands. Bagian dorsal otak tengah terdapat lobus optikus dan sepasang
nervus optikus yang bersilangan. Lobus ini berfungsi sebagai pengatur refleks
mataseperti penyempitan pupil mata dan pusat pendengaran. Pada dorsal otak
tengah terdapat juga kelenjar efisis ynag berfungsi untuk pembentukan pigmen
pada permukaan tubuh.
d.
Otak kecil (serebelum)
Yaitu berfungsi sebagai koordinasi gerakan otot secara sadar pada
keseimbangan dan posisi tubuh. Bila terjadi rangangan yang bahaya maka gerakan
sadar tidak akan dilaksanakam. Serebelum mereduksi karena aktivitas otot yang
sangat kurang.
e.
Sumsum lanjutan (medulla oblongata)
Yaitu berfungsi mengahantar implus yang datang
dari otak menuju ke sumsum
servinalis, mempengaruhi gerak refleks seperti detak jantung, tekanan darah,
dan volume kecepatan respirasi, dan gerak alat pencernaan dan sekresi.
2.
Sumsum tulang belakang (medula
spinalis)
Yaitu lanjutan dari medulla oblongata ke dalam
kanalis vertebralis. Medula spinalis berfungsi untuk menghantarkan impuls
sensori dari perifer ke otak dan menyampaikan impul motoris dari otak ke saraf
perifer, sebagai pusat refleks. Pada keadaan melintang medula spinalis tampak
bagian luar berwarna putih dan bagian dalam warna kelabu berbentuk seperti
kupu-kupu. Penampang medula spinalis terbagi atas sayap bawah disebut tanduk
ventral dan sayap atas dorsal.
C. Sistem Saraf Pada Reptil (Buaya)
Reptil mempunyai saraf pusat dan saraf tepi. Otak pada reptil berkembang
dengan baik sebagai pusat saraf pembau. Otak besar meluas keatas hingga
menutupi otakl tengah.
Bagian dorsal, otak menunjukan dua lobus olfaktori
ramping yang terhubung dengan hemisfer serebral besar di belakang terdapat dua
lobus optik berbentuk oval. Serebelum berbentuk buah pir. Medula oblongata
tersebar di bawah serebelum, terus menyempit ke sumsum tulang belakang.
Terdapat 12 pasang saraf kranial dan saraf spinal yang berpasangan ke setiap
somit tubuh
Sistem saraf pusat
1.
Otak (Ensefalon)
a.
Otak besar (cerebrum)
Yaitu sumber dari gerakan kesadaran atau seluruh kegiatan sesuai kehendak.
Walaupun ada gerak refleks dari otak.bagian korteks serebrum berwarna kelabu
dan sebagai penerima rangsang (area sensor) yang terletak di belakang area
motor yang berfungsi untuk mengatur gerakan sadar maupun respon rangsangan.
Area asosiasi merupakan penghubung area motor dan sensorik.
b.
Otak tengah (mesencephalon)
Yaitu terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di otak tengah
terdapat kelenjar hipofisis dan talamus yang mengantur kelenjar endokrin.
Bagian dorsal otak tengah terdapat lobus optikus sebagai pengatur refleks mata
seperti penyempitan pupil mata dan pusat
pendengaran.
c.
Otak kecil (serebelum)ungsi
sebagai koordinasi
Yaitu berf ungsi sebagai koordinasi gerakan otot secara sadar pada
keseimbangan dan posisi tubuh. Bila terjadi rangangan yang bahaya maka gerakan
sadar tidak akan dilaksanakam.
d. Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian
kiri dan bagian kanan serta menghubungkan otak besar dan sumsum tulang
belakang.
e. Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Yaitu berfungsi mengahantar implus yang datang
dari medula spinalis menuju otak. Sumsum lanjut mempengaruhi gerak refleks
seperti detak jantung, tekanan darah, dan volume keceatan respirasi, dan gerak
alat pencernaan dan sekresi.
2.
Sumsum tulang belakang (medula
spinalis)
Penampang medula spinalis terbagi atas sayap bawah
disebut tanduk ventral dan sayap atas dorsal. Impuls sensori dari reseptor
dihantar masuk ke sumsum tylang belakang melalui tanduk ventral menuju tanduk
dorsal yang terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan
menerima implus dari sel sensori dan akan menghantarkan saraf motor. Bagian
putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf.
Urat saraf membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan membawa impuls
yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.
Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf terdiri dari sistem
saraf sadar dan tak sadar (sistem otonom). Sistem saraf sadar mengontrol
aktivitas yang dapat diatur kerjanya oleh otak, sedangkan saraf otonom
mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur oleh otak seperti denyut jantung,
gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat
1.
Sistem saraf sadar
Yaitu tersusun
saraf otak ( saraf kranial) meliputi saraf-saraf keluar dari otak dan saraf
sumsum tulang belakang. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari 3 pasang
saraf sensori, 5 pasang saraf motorik, dan 4 pasang saraf gabungan sensori dan
motorik.
Saraf otak
dikhususkan untuk daerah kepala dan leher kecuali nervus vagus
yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus
vagus membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat
luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf
otak yang paling penting.
D. Sistem Saraf
Pada Aves (Burung)
Burung
merupakan hewan aktif yang banyak melakukan pergerakan serta memiiki
keseimbangan yang bagus terutama saat terbang. Beberapa burung juga memiliki
ketajaman penglihatan yang bagus. Karena itu pusat koordinasi gerak dan
keseimbangan burung berkembang baik hal ini dapat terlihat dari adanya
lekukan-lekukan pada otak kecil burung yang menjadikan volume otak kecilnya
menjadi lebih besar.
Susunan saraf burung serupa dengan susunan saraf manusia dan hewan menyusui
(mammalia). Semua aktivitas saraf diatur oleh oleh susunan saraf pusat yang
terdiri atas otak dan susm-sum tulan belakang. Otak burung terdiri dari
beberapa bagian, yakni otak besar, otaak tengah, otak kecil, dan sum-sum
lanjutan. Selain otak kecil, otak besar pada burung tumbuh dengan baik. Otak besar
burung berbeda pula dengan otak besar manusia. Permukaan otak besar burung
tidak berlipat-lipat sehingga jumlah neuron pada burung tidak banayak. Otak
tengah burung berkembang membentuk dua gelembung. Perkembangan ini berhubungan
dengan fungsi penglihatannya. Otak kecil burung mempunyai banyak lipatan yang
memperluas permukaannya sehingga dapat menampung neuron cukup banyak.
Perkembangan otak kecil ini berguna untuk pengaturan keseimbanagan burung waktu
terbang (Brotowidjoyo, 1989).
E.
Sistem Saraf Pada Mammalia
Sistem saraf
pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi
dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan
bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah.
Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal
menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa
bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon,
lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.
Sistem saraf tersusun oleh berjuta–juta sel saraf yang mempunyai bentuk
bervariasi. Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf NEURON.
Setiap
neuron tersusun atas bagian berikut :
- Badan
sel mengandung nucleus
- Dendrit
berfungsi meneruskan impuls saraf ke badan sel
- Akson/neurit
,berfungsi meneruskan impuls dari badan sel ke sel lain
- Sel
neuron,mempunyai selubung meilin sebagai pelindung /isolator bagian yang
tidak terselubung disebut nodus ranvier,selubung tersebut tersusun oleh
sel –sel pipih yang disebut sel Schwann.
Sel saraf dibedakan atas 3 macam berdasarkan fungsinya yaitu:
- Sel
saraf sensorik (aferen) berfungsi sebagai pengatar rangsang dari reseptor
menuju ke otak /sumsum tulang belakang.
- Sel
saraf motorik (eferen) berfungsi sebagai pengatar rasang dari otak sumsum
tulang belakang menujuefektor /otot.
- Sel
saraf konektor berfungsi untuk meneruskan rangsang dari saraf
sensorik ke saraf motorik.
Gerak merupakan salah satu aktifitas tubuh yang dapat digunakan umtuk
menjelaskan penghataran impul oleh saraf .gerakanyang dilakukan dengan
kesadaran disebut gerak biasa atau gerak sadar . Skema gerak sadar sebagai
berikut:
Sedangkan gerakan yang dilakukan tanpa kita sadari disebut gerak reflex. Skema
gerak reflex sebagai berikut :
Sistem saraf
pada manusia dibagi menjadi dua,yaitu :
Sistem Saraf Pusat
Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat.
Sistem ini yang
mengintegrasikan
dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang
akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf
pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
1.
Otak
Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang
belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ
tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut
meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu: piameter, arachnoid dan
durameter. Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang banyak mengandung
pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang
lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi
cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal
fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.
Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak
belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada
fase embrio. Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus).
Bagian-bagian
dari otak adalah:
a.
Otak Besar
Otak besar
mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan
(hemifer) besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan,. Setiap belahan
mengendalikan bagian tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur tubuh
bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. otak besar
terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron
dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak
besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus frontalis (bagian dahi), lobus
parietalis (bagian ubun-ubun), lobus temporalis (bagian pelipis), lobus
oksipitalis (bagian belakang kepala).
Otak besar
merupakan saraf pusat yang utama karena berperan dalam pengaturan seluruh
aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan, ingatan, kesadaran, kepribadian,
daya cipta, daya khayal, pendengaran, pernapasan dan sebagainya. Setiap
aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis
(daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah
pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah
belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang
dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk
merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara
juga sebagai pusat pendengaran.
b.
Otak tengah (mesencephalon)
Otak tengah manusia berukuran cukup
kecil,dan terletak didepan otak kecil. Otak tengah berperan dalam pusat pergerakan mata, misalnya
mengangkat kelopak mata, refleks penyempitan pupil mata.
c.
Otak belakang
Otak belakang terletak di bawah
lobus oksipital serebrum, terdiri atas dua belahan dan permukaannya
berlekuk-lekuk. Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan
Varol (pons Varolli), otak kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula
oblongata). Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak. Jembatan
Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil,
menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil, terletak
di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang
berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan,
koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka. Sumsum lanjutan,
medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat
pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah,
suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan
mata berkedip.
1.
Sumsum
Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang,yaitu
lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung tepatnya sampai
ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae).
Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls
sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke
efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan
serebrospinal.
Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian yaitu
bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian luar
berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang,
sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H. Sayap
(huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak mengandung
neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke
punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik (Syamsuri, 2004).
Saraf Tepi
Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer) Sistem saraf tepi adalah lanjutan
dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf
pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu
: Sistem saraf sadar, Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang
dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak.
Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem
saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf
tak sadar. Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua
yaitu: saraf simpatik dan saraf parasimpatik.
Beberapa
Penyakit Gangguan Sistem Saraf
1. Penyakit Alzheimer meruoakan penyakit akibat
gangguan fungsi otak yang ditandai oleh kehilangan memori,pengenalan
kepribadian,dan kekuatan mental.
2. Amnesia merupakan penyakit gangguan otak dimana
penderita kehoalngan memori dan diikuti ketifak mampuan membentuk memori baru.
3. ataksia merupakan gangguan sistem saraf yang
ditandai oleh gangguan koordinasi gerak otot seperti gerakan yang tidak teratur
(Walker, dkk. 1999 ).
DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo, M. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga
Kimball, John W. 1994. Biologi
Edisi Kelima. Jakarta :Erlangga.
Syamsuri, I. 2004 .Biologi.: Jakarta: Erlangga.
Walker, dkk. 1999. Zoologi Umum.
Jakarta : Erlangga .