Kamis, 30 Januari 2020

Makalah Pindah Silang


PINDAH SILANG

DOSEN PENGAMPU :
ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc

Hasil gambar untuk logo uinsu medan


DISUSUN OLEH : 
              MASDINGIN NAIPOSPOS             (0704171011)




PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
2019/2020

PEMBAHASAN


A.      PINDAH SILANG
1.    Pengertian Pindah Silang
Pindah silang atau cross over adalah sebuah proses yang membentuk kormosom baru dari dua krromosom induk dengan menggabungkan bagian informasi dari masing-masing kromosom. Kromosom baru dihasilkan dari cross over yang disebut anak kromosom.
Pindah silang merupakan pertukaran segmen antara dua kromosom homolog. Peristiwa pindah silang umum terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakan makhluk seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Pindah silang terjadi ketika meiosis 1 A (akhir profase 1 atau permulaan metafase 1) yaitu pada saat kromosom telah telah mengganda menjadi dua kromatid.
Pada waktu kromatid hendak memisah yaitu pada anafase 1, kromatid yang bersilang itu melekat dan putus dibagian kiasma, kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. Berhubungan dengan itu, gen-gen yang terletak pada bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya kromatid sebelah.
Pindah silang terjadi selama profase meiosis ketika kromosom homolog pertama kali muncul sebagai pasangan selama profase 1, suatu perlengkapan protein yang dinaakan kompleks sinaptonemal menggabungkan  kromosom sehingga terikat kuat satu dengan yang lainnya fungsinya mirip sebuah resleting. Pemasangan berlangsung secara cermat, penataan yang homolog satu sama lain gen demi gen.
          Pindah silang terjadi ektika persi homolog dua kromatid bukan sudara bertukar tempat. Dalam kasusu manusia rata-arata dua atau tiga kejadian pindah silang seperti itu terjadi untuk setiap apsangan kromosom. Lokasi pertukaran geentik ini nmpak pada mikroskop cahaya sebagai kias mata, diperlihatkan leh gambar. Yang penting dipahamai adalah bahwa pindah silang dengan mengkombinasikan DNA yang diwarisi dari kedua orang tua menjadi sebuah kromosom tunggal merupakan sumber variasi genetik yang penting dalam siklus hidup seksual.

 Hasil gambar untuk gambar pindah silang

Jikadua            gen      berpautan,       kedua  gen      ini        akanbersama-samadiwariskan dalam satu gamet. Akan tetapi,  jika terjadi pindah silang dalamprosesmeiosis,  kedua  gen      tersebut           dapat berpisah dan membentukrekombinasi baru dalam gametnya. Hal inilah yang menyebabkan adanyahasil pada sifat bunga ungu-polen bulat dan bunga merah-polen lonjong,meskipun nilai tersebut kecil.

1.    Pembagian Pindah Silang
a.        Pindah silang tunggal
Pindah silang tunggal, ialah pindah silang yang terjadi pada satutempatPindah silang tunggal, hasilnya berupa gamet-gamet tipe parental yang dibentuk dalam jumlah banyak (karena tidak mengalami pindah silang) dan gamet tipe rekombinasi yang jumlahnya lebih sedikit karena mengalami pindah silang.
Dengan terjadinya pindah silang itu akan terbentuk 4 macam gamet. Dua macam memiliki gamet memiliki gen yang sama dengan gen yang memiliki induk (parental), maka dinamakan gamet tipe parental. Dua gamet lainnya merupakan gamet abru yang terjadi ebagai akibat adanya pindah silang. Gamet ini dinamakan gamet tipe rekombinasi. Gamet tipe parental dibentu jauh lebih banyak dibandingkan dengan gemat tipe rekombinasi.

Hasil gambar untuk gambar pindah silang


a.        Pindah silang ganda
Pindah silang yang terjadi apda dua tempat. Jika pindah silang ganda dalam bahsa inggris berlangsung diantara dua buah gen yang terangkai, maka terjadinya pindah silang ganda itu tidak akan nampak dalam fenotip, sebeab gamet yang dibentuk ahnya dari tipe parental dan tipe rekombinasi. Akibat pindah silang tunggal. Akan tetapi andai kata diantara gen A DAN B masih ada gen ketiga. Misalnya gan A dan B akan nampak.
Pindah silang ganda yang berlangsung antara 3 gen yang berangkai. Terbentuk 4 macam gamet. Gamet no.1 dan 4 merupakan gamet tipe parental sedangkan no 2 dan 3 merupakan gamet tipe rekombinasi

Hasil gambar untuk gambar pindah silang

2.        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pindah Silang

      1.      Temperatur yang melebihi atau kurang dari temperatur normal
      2.      Umur, makin tua suatu individu makin kurang mengalami pindah siang
      3.      Zat kimia, zat-zat kimia tertentu
      4.      Penyinarand engan sinar X
      5.      Jarak antar gen-gen terangkai, makin jauh makin besar kemungkinan pindah silang
      6.      Jenis kelamin, umumnya pindah silang terjadi pad individu janta maupun betina

3.    Nilai Presentasi Pindah Silang
Telah diketahui bahwa dengan adanya peristiwa pindah silang dalam keturunan dibedakan tipe parental (tipe orang tua) dan tipe rekombinasi. Adapun tipe yang dimaksud dengan nilai pindah silang (NPS) ialah angka yang menunjukkan besarnya nilai presentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang.
NPS = jumlah tipe rekombinasi / jumlah seluruh individu  x 100 %

Contoh NPS :  16 x 22 / 773 x 100 % = 4,90 %
Ini berarti bahwa kekuatan pindah silang antara gen-gen yang teragnkai itu ialah 4,90 %. Tipe parental 100 % - 4,90 % = 95,10 %, tentunya nilai pindah silang tidak akan melebihi 50 %, biasanya bahkan kurang dari 50 % karena :
      a.       Hanya dua dari empat kromatid saja ikut mengambil bagian apda peristiwa pindah silang
      b.      Pindah silang agnda akan mengurangi banya tipe rekombiansi yang dihasilkan

Hasil persilangan menunjukkan adanya karakter lain pada parameter bentuk daun, warna daun, warna batang, warna stolon, dan gerigi daun yang muncul selain karakter dari kedua tetua. Mendel berasumsi bahwa dalam pembentukkan gamet, tiap alel diturunkan secara bebas kepada setiap gamet dan tidak selalu bersamaan, sehingga muncul karakter – karakter pada keturunannya yang beraneka ragam. Proses terbentuknya karakter baru pada persilangan diduga terjadi selama proses pembelahan meosis.
Pindah silang yang terjadi pada pembelahan meosis terjadi pada akhir profase I atau awal metaphase 1 pada saat kromosom yang telah mengganda menjadi dua kromatid. Pada umumnya pindah silang terjadi pada kromatid – kromatid tengah yaitu kromatid nomor dua dan tiga dari tetrad kromatid, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid – kromatid yang lain (Campbell, 2004 dalam Listiani, 2013). Mekanisme pindah silang diikuti oleh patah dan melekatnya kromatid pada waktu profase selama proses meosis. Pasangan kromosom homolog berpisah dan bertukaran materi genetik sehingga merubah susunan gen dan akhirnya membentuk rekombinasi baru pada gametnya.

A.  HUKUM MENDEL
Gregor Mendel (1822-1884), orang AUSTRIA, pantas dinyatakans ebagai bapak geentika karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan percobaan perkawinan silang, yang dilakukan pada ebberapa jenis tanaman kapri, untuk memeplajari sifat perbedaan satu dengan lainnya. percobaan ini dilakuka sealma 7 athun, mendel memilih tanaman kapri dalam percobaannyaa, karena tanaman ini mempunyai umur yang pednek, mudah tumbuh, dapat disilangkan secara buatan dan mempunyai sifat-sifat dengan perbdeaan karakter yang kontras.
Mendel II adalah hukum kombinasi bebas adalah gen-gen yang terangkai dalam kromosom yang sehomolog selama meiosis. Jadi yang berkombinasi bebas adalah gen yang terangkai dalam kromosom, bukan gen yang terpisah dalam bentuk sendiri-sendiri (Corebima, 2004). Faktor-faktor (gen) yang diperhatikan J.G. Mendel, seperti yang telah disebutkan, memang terbukti terdapat pada pasangan kromosom yang berbeda; dan faktor-faktor (gen) itu pada percobaan persilangan J.G. Mendel berperan sebagai penanda kromosom tempat terpautnya sebagaimana terlihat pada Gambar 5.6 yang melakukan pemisahan dan pilihan bebas adalah pasangan kromosom.Berikut digambarkan persilangan individu homozigot yang mengandung gen 2 sifat beda yang keduanya dominan dan individu dengan 2 sifat beda yang keduanya resesif.


Bunyi Hukum kedua Mendel II menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan e.g. tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling memengaruhi.





DAFTAR PUSTAKA

Alfandianto, Alex, Yohannes Anton Nugroho dan Widya Setiafindari. 2017. Penjadwalan Produksi Menggunakan Pendekatan Algoritma Gnetika di PT Pertani (PERSERO) Cabang  D.I.Yogyakarta. Jurnal Disprotek. Vol.8 No.2

Haqiqi, Ifrahul, Damanhuri, Niken Kendarini dan Dita Agisimanto. 2015. Studi Keberhasilan Persilangan Stroberi (Fragaria X ananassa Duch). Jurnal Produksi Tanaman. Vol.3 No.2

Mustami,  Muh Khalifah. 2013. GENETIKA. Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin

Nusantari, Elya.2015. GENETIKA : Belajar Genetika dengan Mudah & Komprehensif. Yogyakarta : Penerbit Deepublish

SISTEM SARAF VERTEBRATA


BAB I
PENDAHULUAN

       1.1 Latar Belakang Masalah
            Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsang eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan dalam bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Setiap individu, baik pada hewan yang uniseluler maupun pada hewan yang multiseluler, merupakan suatu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti setiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinate dari individu sebagai keseluruhan, baik sebagai bagian satu sel maupun seluruh sel.
Sistem koordinasi merupakan suatu sistem yang mengatur kerja semua sistem organ agar dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi itu bekerja untuk menerima rangsangan, mengolahnya dan kemudian meneruskannya untuk menaggapi rangsangan tadi. Setiap rangsangan-rangsangan yang kita terima melalui indera kita, akan diolah di otak. Kemudian otak akan meneruskan rangsangan tersebut ke organ yang bersangkutan.
       1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sistem saraf pada Pisces?
2.      Bagaimana sistem saraf pada Ampibia?
3.      Bagaimana  sistem saraf pada Reptilia?
4.      Bagaimana  sistem saraf pada Aves?
    5.Bagaimana  sistem saraf pada Mamalia?

             1.3  Tujuan
             1.      Untuk mengetahui sistem saraf pada Pisces.
             2.      Untuk mengetahui  sistem saraf pada Ampibia.
             3.      Untuk mengetahui  sistem saraf pada Reptilia.
             4.      Untuk mengetahui sistem saraf pada Aves.
             5.      Untuk mengetahui sistem saraf pada Mamalia.


BAB II
PEMBAHASAN

       2.1. SISTEM SARAF VERTEBRATA  
Sistem saraf merupakan sistem yang khas bagi hewan, karena sistem saraf ini tidak dimiliki oleh tumbuhan. Sistem saraf yang dimiliki oleh hewan berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan hewan semakin kompleks sistem sarafnya.
Sistem saraf berfungsi untuk mengontrol tubuh manusia, mengontrol aktivitas metabolisme, dan memproses informasi yang diterima dan memberi respon terhadap rangsangan. Pada tubuh mahluk hidup terdapat  dua kelompok kerja sistem saraf,yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.Kedua sistem tersebut pada dasar nya tidak bekerja secara terpisah ,Tetapi saling melengkapi.
Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) (Kimball,1994).

      A.    Sistem Saraf Pada Pisces
Sistem saraf pada ikan ada dua yaitu saraf pusat dan saraf tepi. Kedua sistem saraf ini pada dasarnya bekerja secara terpisah namun saling melengklapi. Sistem saraf pusat merupakan jaringan yang menjalin seluruh tubuh dalam otak maupun susmsum tulang belakang. Otak terletak pada bagian yang paling tinggi. Otak ikan terdiri dari beberapa daerah yaitu, didepan adalah lobus penciuman sepasang yang menerima dan memproses sinyak dari lubang hidung melalui dua saraf penciuman. Lobus penciuman ikan yang paling tajam terhadap bau adalah ikan hiu dan ikan lele. Di balik cuping penciuman ada dua lobed telencephalon. Otak terdiri atas otak besar (cerebrum), otak tengah, otak kecil, dan susmsum lanjutan. Sistem saraf tepi terdiri atas serabut saraf otak dan serabut saraf dari sumsum tulang belakang. Otak tengah untuk indera penglihatan. Otak kecil berfungsi untuk keseimbangan dan prngaturan gerak-gerak otot ikan pada saat berenang.
            Otak ikan hiu merupakan tipe otak yang maju dibandingkan dengan lintah laut, diantara nya adalah terdapat dua kantung olfaktori dihidung, saluran olfaktori besar dan memanjang ke lobus olfaktori yang melekat dengan erat ke pasangan hemisfer selebral di diensefalon. Dibagian dorsal,diesefalaon mengandung sebuah tangkai pineal serta badan pineal dan di bagian ventral diesenfalon terdapat ifundibulum yaitu tempat melekatkannya hiposis, semua ini adalah bagian dari dorsal otak tengah. Otak belakang terdiri atas sebellum dorsal median yang berukuran besar diatas medula oblongata yang membuka bagian atas. Terdapat sepuluh saraf spinal yang melayani struktur terutama kepala. Tali saraf dilindungi oleh lengkung neural tulang belakang, selanjutnya saraf spinal berpasangan diantara lengkung neural dari tulang belakang secara berturut.
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF PADA PISCES

      B.    Sistem Saraf Pada Amphibi (Katak)

Sistem saraf pada amphibi terdiri dari saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat yaitu otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis).
Pada amphibi otak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang serta tengkorak dibungkus dengan 2 lapisan selaput yaitu durameter yang berbatas dengan tulang dan pipameter serta jaringan saraf. Diantra dua lapisan ini terdapat spatium subdurale dan cairan cerebrospinali. Apabila membran inti terkena ini maka terjadi radang disebut meninghitis. Sistem saraf amphibi adalah otak dimana amphibi mempunyai penglihatan lebih baik yang disebut sebagai otak tengah. Materi kelabu pada otak terletak di bagian luar/kulit nya dan bagian putih berada ditengah
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF KATAK


      1.      Otak (Ensefalon)
Otak merupakan pusat koordinasi dalam tubuh yang terletak di dalam tylang tengkorak yang disebelubungi oleh jaringan meninges. Ada 10 saraf kranial dan tiga saraf pertama berbentuk pleksus brakeal. Saraf ke 7 dan ke 8 dan ke 9 memebentuk pleksus iskiadikus.amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius
Otak terdiri 5 bagian yaitu:
a.       Lobus olfaktorius
Yaitu pada amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius. Lobus ini tidak banyak berkembang, oleh karena itu berbentuk relative kecil dan merupakan penonjolan sehingga disebut hemisperium serebri. Peran lobus ini sebagai pusat pembau.
b.      Otak besar (cerebrum)
Yaitu sumber dari gerakan kesadaran atau seluruh kegiatan sesuai kehendak. Walaupun ada gerak refleks dari otak.bagian korteks serebrum berwarna kelabu dan sebagai penerima rangsang (area sensor) yang terletak di belakang area motor yang berfungsi untuk mengatur gerakan sadar maupun respon rangsangan. Area asosiasi merupakan penghubung area motor dan sensorik. Cerebrum akan terjadi aktivitas yang kompleks seperti pembiakan dan macam gerak. Cerebrum amphibi terdiri sepasang hemispermium.
c.       Otak tengah (mesencephalon)
Yaitu terletak di depan otak kecil di otak tengah terdapat kelenjar hipofisis dan talamus. Thalamus ada di bagian dorsal otak yang merupakan jembatan antara mesenfalon dan cerebrum. kelenjar hipofisis teletak di ventral otak yang berfungsi untuk mengatur krja kelenjar endokrin. Sehingga dosebut master of glands. Bagian dorsal otak tengah terdapat lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang bersilangan. Lobus ini berfungsi sebagai pengatur refleks mataseperti penyempitan pupil mata dan pusat pendengaran. Pada dorsal otak tengah terdapat juga kelenjar efisis ynag berfungsi untuk pembentukan pigmen pada permukaan tubuh.
d.      Otak kecil (serebelum)
Yaitu berfungsi sebagai koordinasi gerakan otot secara sadar pada keseimbangan dan posisi tubuh. Bila terjadi rangangan yang bahaya maka gerakan sadar tidak akan dilaksanakam. Serebelum mereduksi karena aktivitas otot yang sangat kurang.
e.       Sumsum lanjutan (medulla oblongata)
Yaitu berfungsi mengahantar implus yang datang dari otak menuju ke sumsum servinalis, mempengaruhi gerak refleks seperti detak jantung, tekanan darah, dan volume kecepatan respirasi, dan gerak alat pencernaan dan sekresi.

       2.      Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
           Yaitu lanjutan dari medulla oblongata ke dalam kanalis vertebralis. Medula spinalis berfungsi untuk menghantarkan impuls sensori dari perifer ke otak dan menyampaikan impul motoris dari otak ke saraf perifer, sebagai pusat refleks. Pada keadaan melintang medula spinalis tampak bagian luar berwarna putih dan bagian dalam warna kelabu berbentuk seperti kupu-kupu. Penampang medula spinalis terbagi atas sayap bawah disebut tanduk ventral dan sayap atas dorsal.


      C.     Sistem Saraf Pada Reptil (Buaya)
Reptil mempunyai saraf pusat dan saraf tepi. Otak pada reptil berkembang dengan baik sebagai pusat saraf pembau. Otak besar meluas keatas hingga menutupi otakl tengah.
Bagian dorsal, otak menunjukan dua lobus olfaktori ramping yang terhubung dengan hemisfer serebral besar di belakang terdapat dua lobus optik berbentuk oval. Serebelum berbentuk buah pir. Medula oblongata tersebar di bawah serebelum, terus menyempit ke sumsum tulang belakang. Terdapat 12 pasang saraf kranial dan saraf spinal yang berpasangan ke setiap somit tubuh
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF REPTIL

Sistem saraf pusat
      1.      Otak (Ensefalon)
a.       Otak besar (cerebrum)
Yaitu sumber dari gerakan kesadaran atau seluruh kegiatan sesuai kehendak. Walaupun ada gerak refleks dari otak.bagian korteks serebrum berwarna kelabu dan sebagai penerima rangsang (area sensor) yang terletak di belakang area motor yang berfungsi untuk mengatur gerakan sadar maupun respon rangsangan. Area asosiasi merupakan penghubung area motor dan sensorik.
b.      Otak tengah (mesencephalon)
Yaitu terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di otak tengah terdapat kelenjar hipofisis dan talamus yang mengantur kelenjar endokrin. Bagian dorsal otak tengah terdapat lobus optikus sebagai pengatur refleks mata seperti penyempitan pupil  mata dan pusat pendengaran.
c.       Otak kecil (serebelum)ungsi sebagai koordinasi
Yaitu berf ungsi sebagai koordinasi gerakan otot secara sadar pada keseimbangan dan posisi tubuh. Bila terjadi rangangan yang bahaya maka gerakan sadar tidak akan dilaksanakam.
d.      Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan bagian kanan serta menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
e.       Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Yaitu berfungsi mengahantar implus yang datang dari medula spinalis menuju otak. Sumsum lanjut mempengaruhi gerak refleks seperti detak jantung, tekanan darah, dan volume keceatan respirasi, dan gerak alat pencernaan dan sekresi.


      2.      Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Penampang medula spinalis terbagi atas sayap bawah disebut tanduk ventral dan sayap atas dorsal. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tylang belakang melalui tanduk ventral menuju tanduk dorsal yang terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima implus dari sel sensori dan akan menghantarkan saraf motor. Bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf. Urat saraf membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf terdiri dari sistem saraf sadar dan tak sadar (sistem otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang dapat diatur kerjanya oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur oleh otak seperti denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat
     1.      Sistem saraf sadar
Yaitu tersusun saraf otak ( saraf kranial) meliputi saraf-saraf keluar dari otak dan saraf sumsum tulang belakang. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari 3 pasang saraf sensori, 5 pasang saraf motorik, dan 4 pasang saraf gabungan sensori dan motorik.
Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting.

       D.    Sistem Saraf Pada Aves (Burung)
Burung merupakan hewan aktif yang banyak melakukan pergerakan serta memiiki keseimbangan yang bagus terutama saat terbang. Beberapa burung juga memiliki ketajaman penglihatan yang bagus. Karena itu pusat koordinasi gerak dan keseimbangan burung berkembang baik hal ini dapat terlihat dari adanya lekukan-lekukan pada otak kecil burung yang menjadikan volume otak kecilnya menjadi lebih besar.
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF BURUNG

Susunan saraf burung serupa dengan susunan saraf manusia dan hewan menyusui (mammalia). Semua aktivitas saraf diatur oleh oleh susunan saraf pusat yang terdiri atas otak dan susm-sum tulan belakang. Otak burung terdiri dari beberapa bagian, yakni otak besar, otaak tengah, otak kecil, dan sum-sum lanjutan. Selain otak kecil, otak besar pada burung tumbuh dengan baik. Otak besar burung berbeda pula dengan otak besar manusia. Permukaan otak besar burung tidak berlipat-lipat sehingga jumlah neuron pada burung tidak banayak. Otak tengah burung berkembang membentuk dua gelembung. Perkembangan ini berhubungan dengan fungsi penglihatannya. Otak kecil burung mempunyai banyak lipatan yang memperluas permukaannya sehingga dapat menampung neuron cukup banyak. Perkembangan otak kecil ini berguna untuk pengaturan keseimbanagan burung waktu terbang (Brotowidjoyo, 1989).



      E.    Sistem Saraf Pada Mammalia
Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.
            Sistem saraf tersusun oleh berjuta–juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf NEURON.
Hasil gambar untuk SEL SARAF NEURON

Setiap neuron tersusun atas bagian berikut :
  1. Badan sel mengandung nucleus
  2. Dendrit berfungsi meneruskan impuls saraf ke badan sel
  3. Akson/neurit ,berfungsi meneruskan impuls dari badan sel ke sel lain
  4. Sel neuron,mempunyai selubung meilin sebagai pelindung /isolator bagian yang tidak terselubung disebut nodus ranvier,selubung tersebut tersusun oleh sel –sel pipih yang disebut sel Schwann.

            Sel saraf dibedakan atas 3 macam berdasarkan fungsinya yaitu:
  1. Sel saraf sensorik (aferen) berfungsi sebagai pengatar rangsang dari reseptor menuju ke otak /sumsum tulang belakang.
  2. Sel saraf motorik (eferen) berfungsi sebagai pengatar rasang dari otak sumsum tulang belakang  menujuefektor /otot.
  3. Sel  saraf konektor  berfungsi  untuk meneruskan rangsang dari saraf sensorik  ke saraf motorik.
            Gerak merupakan salah satu aktifitas tubuh yang dapat digunakan umtuk menjelaskan penghataran impul oleh saraf .gerakanyang dilakukan dengan kesadaran disebut gerak biasa atau gerak sadar . Skema gerak sadar sebagai berikut:
Hasil gambar untuk SKEMA GERAK SADAR

            Sedangkan gerakan yang dilakukan tanpa kita sadari disebut gerak reflex. Skema gerak reflex sebagai berikut :
Hasil gambar untuk SKEMA GERAK SADAR

Sistem saraf pada manusia dibagi menjadi dua,yaitu :
           
Sistem Saraf Pusat
Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini yang
mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
      1.      Otak
Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu: piameter, arachnoid dan durameter. Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.
Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio. Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus).
Bagian-bagian dari otak adalah:
Hasil gambar untuk GAMBAR BAGIAN BAGIAN OTAK

      a.       Otak Besar
              Otak besar mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan (hemifer) besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan,. Setiap belahan mengendalikan bagian tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus frontalis (bagian dahi), lobus parietalis (bagian ubun-ubun), lobus temporalis (bagian pelipis), lobus oksipitalis (bagian belakang kepala).
            Otak besar merupakan saraf pusat yang utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan, ingatan, kesadaran, kepribadian, daya cipta, daya khayal, pendengaran, pernapasan dan sebagainya. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.

  
      b.      Otak tengah (mesencephalon)
              Otak tengah manusia berukuran cukup kecil,dan terletak didepan otak kecil. Otak tengah berperan dalam pusat pergerakan mata, misalnya mengangkat kelopak mata, refleks penyempitan pupil mata.

      c.       Otak belakang
           Otak belakang terletak di bawah lobus oksipital serebrum, terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan Varol (pons Varolli), otak kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak. Jembatan Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil, menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka. Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.

      1.      Sumsum Tulang Belakang
     Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae).
     Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan serebrospinal.
     Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian luar berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H. Sayap (huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik (Syamsuri, 2004).

Saraf Tepi
Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer) Sistem saraf tepi adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu : Sistem saraf sadar, Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf tak sadar. Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu: saraf simpatik dan saraf parasimpatik.

Beberapa Penyakit Gangguan Sistem Saraf
1. Penyakit Alzheimer meruoakan penyakit akibat gangguan fungsi otak yang ditandai oleh kehilangan memori,pengenalan kepribadian,dan kekuatan mental.
2. Amnesia merupakan penyakit gangguan otak dimana penderita kehoalngan memori dan diikuti ketifak mampuan membentuk memori baru.
3. ataksia merupakan gangguan sistem saraf yang ditandai oleh gangguan koordinasi gerak otot seperti gerakan yang tidak teratur (Walker, dkk. 1999 ).


DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, M. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga
Kimball, John W. 1994. Biologi Edisi Kelima. Jakarta :Erlangga.
Syamsuri, I. 2004 .Biologi.: Jakarta: Erlangga.
Walker, dkk. 1999. Zoologi Umum. Jakarta : Erlangga .

Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...