Kamis, 30 Januari 2020

SISTEM SARAF VERTEBRATA


BAB I
PENDAHULUAN

       1.1 Latar Belakang Masalah
            Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsang eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan dalam bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Setiap individu, baik pada hewan yang uniseluler maupun pada hewan yang multiseluler, merupakan suatu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti setiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinate dari individu sebagai keseluruhan, baik sebagai bagian satu sel maupun seluruh sel.
Sistem koordinasi merupakan suatu sistem yang mengatur kerja semua sistem organ agar dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi itu bekerja untuk menerima rangsangan, mengolahnya dan kemudian meneruskannya untuk menaggapi rangsangan tadi. Setiap rangsangan-rangsangan yang kita terima melalui indera kita, akan diolah di otak. Kemudian otak akan meneruskan rangsangan tersebut ke organ yang bersangkutan.
       1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sistem saraf pada Pisces?
2.      Bagaimana sistem saraf pada Ampibia?
3.      Bagaimana  sistem saraf pada Reptilia?
4.      Bagaimana  sistem saraf pada Aves?
    5.Bagaimana  sistem saraf pada Mamalia?

             1.3  Tujuan
             1.      Untuk mengetahui sistem saraf pada Pisces.
             2.      Untuk mengetahui  sistem saraf pada Ampibia.
             3.      Untuk mengetahui  sistem saraf pada Reptilia.
             4.      Untuk mengetahui sistem saraf pada Aves.
             5.      Untuk mengetahui sistem saraf pada Mamalia.


BAB II
PEMBAHASAN

       2.1. SISTEM SARAF VERTEBRATA  
Sistem saraf merupakan sistem yang khas bagi hewan, karena sistem saraf ini tidak dimiliki oleh tumbuhan. Sistem saraf yang dimiliki oleh hewan berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan hewan semakin kompleks sistem sarafnya.
Sistem saraf berfungsi untuk mengontrol tubuh manusia, mengontrol aktivitas metabolisme, dan memproses informasi yang diterima dan memberi respon terhadap rangsangan. Pada tubuh mahluk hidup terdapat  dua kelompok kerja sistem saraf,yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.Kedua sistem tersebut pada dasar nya tidak bekerja secara terpisah ,Tetapi saling melengkapi.
Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) (Kimball,1994).

      A.    Sistem Saraf Pada Pisces
Sistem saraf pada ikan ada dua yaitu saraf pusat dan saraf tepi. Kedua sistem saraf ini pada dasarnya bekerja secara terpisah namun saling melengklapi. Sistem saraf pusat merupakan jaringan yang menjalin seluruh tubuh dalam otak maupun susmsum tulang belakang. Otak terletak pada bagian yang paling tinggi. Otak ikan terdiri dari beberapa daerah yaitu, didepan adalah lobus penciuman sepasang yang menerima dan memproses sinyak dari lubang hidung melalui dua saraf penciuman. Lobus penciuman ikan yang paling tajam terhadap bau adalah ikan hiu dan ikan lele. Di balik cuping penciuman ada dua lobed telencephalon. Otak terdiri atas otak besar (cerebrum), otak tengah, otak kecil, dan susmsum lanjutan. Sistem saraf tepi terdiri atas serabut saraf otak dan serabut saraf dari sumsum tulang belakang. Otak tengah untuk indera penglihatan. Otak kecil berfungsi untuk keseimbangan dan prngaturan gerak-gerak otot ikan pada saat berenang.
            Otak ikan hiu merupakan tipe otak yang maju dibandingkan dengan lintah laut, diantara nya adalah terdapat dua kantung olfaktori dihidung, saluran olfaktori besar dan memanjang ke lobus olfaktori yang melekat dengan erat ke pasangan hemisfer selebral di diensefalon. Dibagian dorsal,diesefalaon mengandung sebuah tangkai pineal serta badan pineal dan di bagian ventral diesenfalon terdapat ifundibulum yaitu tempat melekatkannya hiposis, semua ini adalah bagian dari dorsal otak tengah. Otak belakang terdiri atas sebellum dorsal median yang berukuran besar diatas medula oblongata yang membuka bagian atas. Terdapat sepuluh saraf spinal yang melayani struktur terutama kepala. Tali saraf dilindungi oleh lengkung neural tulang belakang, selanjutnya saraf spinal berpasangan diantara lengkung neural dari tulang belakang secara berturut.
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF PADA PISCES

      B.    Sistem Saraf Pada Amphibi (Katak)

Sistem saraf pada amphibi terdiri dari saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat yaitu otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis).
Pada amphibi otak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang serta tengkorak dibungkus dengan 2 lapisan selaput yaitu durameter yang berbatas dengan tulang dan pipameter serta jaringan saraf. Diantra dua lapisan ini terdapat spatium subdurale dan cairan cerebrospinali. Apabila membran inti terkena ini maka terjadi radang disebut meninghitis. Sistem saraf amphibi adalah otak dimana amphibi mempunyai penglihatan lebih baik yang disebut sebagai otak tengah. Materi kelabu pada otak terletak di bagian luar/kulit nya dan bagian putih berada ditengah
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF KATAK


      1.      Otak (Ensefalon)
Otak merupakan pusat koordinasi dalam tubuh yang terletak di dalam tylang tengkorak yang disebelubungi oleh jaringan meninges. Ada 10 saraf kranial dan tiga saraf pertama berbentuk pleksus brakeal. Saraf ke 7 dan ke 8 dan ke 9 memebentuk pleksus iskiadikus.amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius
Otak terdiri 5 bagian yaitu:
a.       Lobus olfaktorius
Yaitu pada amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius. Lobus ini tidak banyak berkembang, oleh karena itu berbentuk relative kecil dan merupakan penonjolan sehingga disebut hemisperium serebri. Peran lobus ini sebagai pusat pembau.
b.      Otak besar (cerebrum)
Yaitu sumber dari gerakan kesadaran atau seluruh kegiatan sesuai kehendak. Walaupun ada gerak refleks dari otak.bagian korteks serebrum berwarna kelabu dan sebagai penerima rangsang (area sensor) yang terletak di belakang area motor yang berfungsi untuk mengatur gerakan sadar maupun respon rangsangan. Area asosiasi merupakan penghubung area motor dan sensorik. Cerebrum akan terjadi aktivitas yang kompleks seperti pembiakan dan macam gerak. Cerebrum amphibi terdiri sepasang hemispermium.
c.       Otak tengah (mesencephalon)
Yaitu terletak di depan otak kecil di otak tengah terdapat kelenjar hipofisis dan talamus. Thalamus ada di bagian dorsal otak yang merupakan jembatan antara mesenfalon dan cerebrum. kelenjar hipofisis teletak di ventral otak yang berfungsi untuk mengatur krja kelenjar endokrin. Sehingga dosebut master of glands. Bagian dorsal otak tengah terdapat lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang bersilangan. Lobus ini berfungsi sebagai pengatur refleks mataseperti penyempitan pupil mata dan pusat pendengaran. Pada dorsal otak tengah terdapat juga kelenjar efisis ynag berfungsi untuk pembentukan pigmen pada permukaan tubuh.
d.      Otak kecil (serebelum)
Yaitu berfungsi sebagai koordinasi gerakan otot secara sadar pada keseimbangan dan posisi tubuh. Bila terjadi rangangan yang bahaya maka gerakan sadar tidak akan dilaksanakam. Serebelum mereduksi karena aktivitas otot yang sangat kurang.
e.       Sumsum lanjutan (medulla oblongata)
Yaitu berfungsi mengahantar implus yang datang dari otak menuju ke sumsum servinalis, mempengaruhi gerak refleks seperti detak jantung, tekanan darah, dan volume kecepatan respirasi, dan gerak alat pencernaan dan sekresi.

       2.      Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
           Yaitu lanjutan dari medulla oblongata ke dalam kanalis vertebralis. Medula spinalis berfungsi untuk menghantarkan impuls sensori dari perifer ke otak dan menyampaikan impul motoris dari otak ke saraf perifer, sebagai pusat refleks. Pada keadaan melintang medula spinalis tampak bagian luar berwarna putih dan bagian dalam warna kelabu berbentuk seperti kupu-kupu. Penampang medula spinalis terbagi atas sayap bawah disebut tanduk ventral dan sayap atas dorsal.


      C.     Sistem Saraf Pada Reptil (Buaya)
Reptil mempunyai saraf pusat dan saraf tepi. Otak pada reptil berkembang dengan baik sebagai pusat saraf pembau. Otak besar meluas keatas hingga menutupi otakl tengah.
Bagian dorsal, otak menunjukan dua lobus olfaktori ramping yang terhubung dengan hemisfer serebral besar di belakang terdapat dua lobus optik berbentuk oval. Serebelum berbentuk buah pir. Medula oblongata tersebar di bawah serebelum, terus menyempit ke sumsum tulang belakang. Terdapat 12 pasang saraf kranial dan saraf spinal yang berpasangan ke setiap somit tubuh
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF REPTIL

Sistem saraf pusat
      1.      Otak (Ensefalon)
a.       Otak besar (cerebrum)
Yaitu sumber dari gerakan kesadaran atau seluruh kegiatan sesuai kehendak. Walaupun ada gerak refleks dari otak.bagian korteks serebrum berwarna kelabu dan sebagai penerima rangsang (area sensor) yang terletak di belakang area motor yang berfungsi untuk mengatur gerakan sadar maupun respon rangsangan. Area asosiasi merupakan penghubung area motor dan sensorik.
b.      Otak tengah (mesencephalon)
Yaitu terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di otak tengah terdapat kelenjar hipofisis dan talamus yang mengantur kelenjar endokrin. Bagian dorsal otak tengah terdapat lobus optikus sebagai pengatur refleks mata seperti penyempitan pupil  mata dan pusat pendengaran.
c.       Otak kecil (serebelum)ungsi sebagai koordinasi
Yaitu berf ungsi sebagai koordinasi gerakan otot secara sadar pada keseimbangan dan posisi tubuh. Bila terjadi rangangan yang bahaya maka gerakan sadar tidak akan dilaksanakam.
d.      Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan bagian kanan serta menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
e.       Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Yaitu berfungsi mengahantar implus yang datang dari medula spinalis menuju otak. Sumsum lanjut mempengaruhi gerak refleks seperti detak jantung, tekanan darah, dan volume keceatan respirasi, dan gerak alat pencernaan dan sekresi.


      2.      Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Penampang medula spinalis terbagi atas sayap bawah disebut tanduk ventral dan sayap atas dorsal. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tylang belakang melalui tanduk ventral menuju tanduk dorsal yang terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima implus dari sel sensori dan akan menghantarkan saraf motor. Bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf. Urat saraf membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf terdiri dari sistem saraf sadar dan tak sadar (sistem otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang dapat diatur kerjanya oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur oleh otak seperti denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat
     1.      Sistem saraf sadar
Yaitu tersusun saraf otak ( saraf kranial) meliputi saraf-saraf keluar dari otak dan saraf sumsum tulang belakang. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari 3 pasang saraf sensori, 5 pasang saraf motorik, dan 4 pasang saraf gabungan sensori dan motorik.
Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting.

       D.    Sistem Saraf Pada Aves (Burung)
Burung merupakan hewan aktif yang banyak melakukan pergerakan serta memiiki keseimbangan yang bagus terutama saat terbang. Beberapa burung juga memiliki ketajaman penglihatan yang bagus. Karena itu pusat koordinasi gerak dan keseimbangan burung berkembang baik hal ini dapat terlihat dari adanya lekukan-lekukan pada otak kecil burung yang menjadikan volume otak kecilnya menjadi lebih besar.
Hasil gambar untuk SISTEM SARAF BURUNG

Susunan saraf burung serupa dengan susunan saraf manusia dan hewan menyusui (mammalia). Semua aktivitas saraf diatur oleh oleh susunan saraf pusat yang terdiri atas otak dan susm-sum tulan belakang. Otak burung terdiri dari beberapa bagian, yakni otak besar, otaak tengah, otak kecil, dan sum-sum lanjutan. Selain otak kecil, otak besar pada burung tumbuh dengan baik. Otak besar burung berbeda pula dengan otak besar manusia. Permukaan otak besar burung tidak berlipat-lipat sehingga jumlah neuron pada burung tidak banayak. Otak tengah burung berkembang membentuk dua gelembung. Perkembangan ini berhubungan dengan fungsi penglihatannya. Otak kecil burung mempunyai banyak lipatan yang memperluas permukaannya sehingga dapat menampung neuron cukup banyak. Perkembangan otak kecil ini berguna untuk pengaturan keseimbanagan burung waktu terbang (Brotowidjoyo, 1989).



      E.    Sistem Saraf Pada Mammalia
Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.
            Sistem saraf tersusun oleh berjuta–juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf NEURON.
Hasil gambar untuk SEL SARAF NEURON

Setiap neuron tersusun atas bagian berikut :
  1. Badan sel mengandung nucleus
  2. Dendrit berfungsi meneruskan impuls saraf ke badan sel
  3. Akson/neurit ,berfungsi meneruskan impuls dari badan sel ke sel lain
  4. Sel neuron,mempunyai selubung meilin sebagai pelindung /isolator bagian yang tidak terselubung disebut nodus ranvier,selubung tersebut tersusun oleh sel –sel pipih yang disebut sel Schwann.

            Sel saraf dibedakan atas 3 macam berdasarkan fungsinya yaitu:
  1. Sel saraf sensorik (aferen) berfungsi sebagai pengatar rangsang dari reseptor menuju ke otak /sumsum tulang belakang.
  2. Sel saraf motorik (eferen) berfungsi sebagai pengatar rasang dari otak sumsum tulang belakang  menujuefektor /otot.
  3. Sel  saraf konektor  berfungsi  untuk meneruskan rangsang dari saraf sensorik  ke saraf motorik.
            Gerak merupakan salah satu aktifitas tubuh yang dapat digunakan umtuk menjelaskan penghataran impul oleh saraf .gerakanyang dilakukan dengan kesadaran disebut gerak biasa atau gerak sadar . Skema gerak sadar sebagai berikut:
Hasil gambar untuk SKEMA GERAK SADAR

            Sedangkan gerakan yang dilakukan tanpa kita sadari disebut gerak reflex. Skema gerak reflex sebagai berikut :
Hasil gambar untuk SKEMA GERAK SADAR

Sistem saraf pada manusia dibagi menjadi dua,yaitu :
           
Sistem Saraf Pusat
Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini yang
mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
      1.      Otak
Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu: piameter, arachnoid dan durameter. Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.
Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio. Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus).
Bagian-bagian dari otak adalah:
Hasil gambar untuk GAMBAR BAGIAN BAGIAN OTAK

      a.       Otak Besar
              Otak besar mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan (hemifer) besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan,. Setiap belahan mengendalikan bagian tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus frontalis (bagian dahi), lobus parietalis (bagian ubun-ubun), lobus temporalis (bagian pelipis), lobus oksipitalis (bagian belakang kepala).
            Otak besar merupakan saraf pusat yang utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan, ingatan, kesadaran, kepribadian, daya cipta, daya khayal, pendengaran, pernapasan dan sebagainya. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.

  
      b.      Otak tengah (mesencephalon)
              Otak tengah manusia berukuran cukup kecil,dan terletak didepan otak kecil. Otak tengah berperan dalam pusat pergerakan mata, misalnya mengangkat kelopak mata, refleks penyempitan pupil mata.

      c.       Otak belakang
           Otak belakang terletak di bawah lobus oksipital serebrum, terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan Varol (pons Varolli), otak kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak. Jembatan Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil, menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka. Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.

      1.      Sumsum Tulang Belakang
     Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae).
     Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan serebrospinal.
     Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian luar berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H. Sayap (huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik (Syamsuri, 2004).

Saraf Tepi
Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer) Sistem saraf tepi adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu : Sistem saraf sadar, Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf tak sadar. Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu: saraf simpatik dan saraf parasimpatik.

Beberapa Penyakit Gangguan Sistem Saraf
1. Penyakit Alzheimer meruoakan penyakit akibat gangguan fungsi otak yang ditandai oleh kehilangan memori,pengenalan kepribadian,dan kekuatan mental.
2. Amnesia merupakan penyakit gangguan otak dimana penderita kehoalngan memori dan diikuti ketifak mampuan membentuk memori baru.
3. ataksia merupakan gangguan sistem saraf yang ditandai oleh gangguan koordinasi gerak otot seperti gerakan yang tidak teratur (Walker, dkk. 1999 ).


DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, M. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga
Kimball, John W. 1994. Biologi Edisi Kelima. Jakarta :Erlangga.
Syamsuri, I. 2004 .Biologi.: Jakarta: Erlangga.
Walker, dkk. 1999. Zoologi Umum. Jakarta : Erlangga .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...