Rabu, 29 Januari 2020

Makalah AKAR, TANAH DAN PENYERAPAN NUTRISI TANAMAN


FISIOLOGI TUMBUHAN
AKAR, TANAH DAN PENYERAPAN NUTRISI PADA TANAMAN

Dosen Pengampu:
Rizki Amelia Nasution M.Si


Hasil gambar untuk logo uinsu medan 

DISUSUN OLEH  :
MASDINGIN NAIPOSPOS (0704171011)


PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
T.A 2019/2020



BAB 1

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Seluruh bagian tumbuhan disusun oleh sejumlah unsur-unsur kimia yang sebagian besar diperoleh tumbuhan dari dalam tanah ayng dalam istilah biologinya disebut unsur hara.tumbuhan menyerap hara dan air dari dalam tanah untuk dipergunakan dalam proses metabolisme dalam tubuhnya.
Dalam pertumbuhannya tanaman membutuhkan unsur hara yang cukup banyak, baik hara makro maupun mikro. Unsur hara esensial merupakan unsur yang memiliki peran langsung dalam proses metabolisme tumbuhan, fungsi dari unsur hara tersebut tidak bsia digantikan denagn unsur hara lainnya.
Akar merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi akar pada tumbuhan akar ini penting untuk keberlangsungan hidup tanaman.
Unsur hara adalah nutrisi atau zat makanan yang bersama-sama dengan air diserap oleh akar tanaman, kemudian dibawa ke daun. Unsur hara tanaman ayng dibutuhkan terdiri dari unsur makro dan mikro. Unsur hara makro yang dibutuhkan tumbuhan erdiri dari nitrogen, kalium, fosfor, magnesium, sulfur, klsium, dan unsur hara mikro terdiri dari dari boron, besi, tembaga, mangan, seng, dan molibdenum.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1              AKAR (RADIX)
2.1.1 Pengertian Akar
Akar merupakan organ vegetatif utama untuk pertumbuhan dan perkembangan. Akar merupakan bagian bawah dari sumbuh tumbuhan dan baisanya berkembang dibawah permukaan tanah.

2.1.2 Fungsi Akar
Secara umum, akar berfungsi sebagai tempat masuknya mineral atau zat-zat hara. Sedangkan secara khusus, akar memiliki beberapa fungsi yaitu :
1.    Akar berfungsi sebagai penyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2.    Sebagai media penyerapan air dan garam-garam mineral (zat unsur hara) dari dalam tanah.
3.    Sebagai alat respirasi.
4.    Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
5.    Sebagai organ reproduktif vegetatif.

2.1.3 Susunan Akar

 Hasil gambar untuk GAMBAR BAGIAN-BAGIAN AKAR

Bagian-bagian morfologi pada akar, yaitu :
1. Tudung akar (caliptra), terdapat diujung akar dan berfungsi untuk melindungi ujung akar dari kerusakan.
2.  Batang akar, terdapat ditengah-tengah diantara pangkal akar dan ujung akar yang berkembang dan tumbuh bercabang-cabang dengan bentuknya yang kecil-kecil.
3.  Rambut akar (pillus radicalis), rambut-tambut yang terdapat diujung akar, berfungsi memperluas permukaan akar untuk menyerap air dan garam dalam tanah.
4.    Kaki atau leher akar (collum radix), yaitu bagian yang bersambungan langsung dengan batang.
5. Ujung akar (apex radix), bagian akar yang paling muda terdri atas jaringan yang masih berkembang dan mengadakan pertumbuhan.

Bagian-bagian anatomi penyusun akar :
1.  Epidermis , terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat, dinding selnya tipis sehingga mudah ditembus oleh air.epidermis sering memanjang keluar dan membentuk rambut akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
2.  Korteks, terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas. Korteks terdiri dari jaringan parenkim dan memiliki vakuola, selain itu juga terdapat jaringan kolenkim dan sklerenkim.
3.   Endodermis, lapisan yang terletak antara silinder pusat (stele) akar denan korteks, terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat, tanpa ruang antarsel dan dinding selnya mengalami penebalan gabus. Penebalan gabus ini menyebabkan lapisan ini tidak dapat ditembus air seingga air masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal.
4. Silinder pusat (stele), lapisan yang terletak ditenagh akar bagian sebelah daam endodermis, di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh akar seperti perisikel, xilem, floem dan empulur.


2.1.4 Hubungan Antara Struktur Akar Dan Penyerapan Air
Penyerapan air dan mineral dari dalam tanah dilakukan oleh bagian akar yang paling muda, karena didaerah ini banyak terdapat rambut akar yang berperan penting dalam penyerapan air. Bagian yang dapat menyerap air paling banyak hanya beberapa cm dari meristem pucuk tempat terdapatnya xilem primer dan endodermis dengan pita caspary. Enddodermis dan eksodermis berisi lamela gabus. Pada tumbuhan tertentu ditemukan senyawa berlemak pada dinding sel tudung akar dan dalam sel epidermis antara tudung akar dan eksodermis. Proses ini disebut pemetakutinan.lapisan sel yang mengalami pemetakutinan berkembang pertama kali pada tudung akar sampai ke endodermis.
Halangan utama untuk pengangkutan yang melintasi akar adalah endodermis. Sel endodermis menjaga lewatnya larutan secara terpilih dari luar kedalam pembuluh. Selain itu, endodermis juga sebagai penghalang gerakan air sehingga memungkinkan adanya tekanan hidrostatis, yang biasa disebut tekanan akar. Penghalang endodermis ini tempaknya sangat efektif dalam pemilihan ion.
Pada gambar tampak bahwa korteks mempunyai banyak rongga, maka keaktifan metabolismenya tinggi, dan memungkinkan menimbun garam.
Sebaliknya, pada stele tidak ada ruang antarsel, keaktifan metabolisnya rendah, dan tidak memungkinkan menimbun garam. Endodermis terdapat diantara kedua sistem itu, dan merupakan penghalang yang memudahkan timbulnya tekanan hidrostatis pada stele untuk mencegah keluarnya cairan dari stele kembali ke korteks. Pengerasan dinding endodermis dengan lemak dan zat lain pada pita caspary juga untuk menghindari supaya tidak dapat melewati cairan.
Penyerapan air dan garam tidak terbatas pada bagian muda saja. Pada akar dewasa yang memiliki petiderm, penyerapan air mungkin terjadi melalui lentisel. Adanya bulu akar yang banyak pada bagian yang muda berarti menambah luas permukaan penyerapan. Hal ini dapat dibandingkan dengan mikoriza. Setelah dilakukannya percobaan, ternyata akar yang mempunyai mikoriza pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan akar yang tidak mempunyai mikoriza.


2.2 .  PENYERAPAN UNSUR HARA
2.2.1 Akar Sebagai Organ Penyerap
Sebagian besar unsur yang dibutuhkan tanaman diserap dari larutan tanah melalui akar. Kecuali karbon dan oksigen yang diserap dari udara oleh daun. Penyerapan unsur hara secara umum lebih lambat dibandingkan dengan penyerapan air oleh akar tanaman.     
Bentuk akar yang silinder dan filamen (panjang dan ramping) memberikan keuntungan bagi akar dalam menyerap air dan unsur hara. Bentuk silinder ini (ditambah dengan tudung akar yang melindungi) menyebabkan akar mampu mendorong matrik tanah dalam proses pertumbuhannya. Sedangkan bentuk filamen memungkinkan akar untuk menjelajah lebih luas volume tanah per unit volume akar. Wilayah eksplorasi yang lebih luas ini meningkatkan kemungkinan kontak antara permukaan akar dengan air dan unsur hara, terutama pada kondisi yang relatif kering, karena pada kondisi ini pergerakan larutan tanah menuuju permukaan akar akan sangat lambat.
Untuk memperluas permukaan kontaknya, akar juga membentuk bulu-bulu akar. Bulu akar merupakan penonjolan dari sel-sel epidermis akar. Panjang bulu akar umumnya sekitar 1,5 mm. Bulu akar ini terbentuk pada daerah dekat dengan ujung akar, tidak pada semua bagian akar.pertumbuhan bulu akar akan dibatasi oleh kondisi tanah (terutama kelembaban) dan aktivitas mikroorganisme tanah.

2.2.      2.      Peran Mikoriza
Mikoriza secara harfiah berarti akar-jamur. Mikoriza merupakan hubungan simbiotik dan mutualistik  antara jamur nonptogen dengan sel-sel akar yang hidup, terutama sel epidermis dan korteks. Hubungannya yaitu jamur memperoleh senyawa organik (terutama gula) dari tanaman, sedangkan tanaman memperoleh keuntungan karena penyerapan unsur hara dan air dapat berlangsung lebih baik.
Keuntungan dari keberadaan mikoriza yang telah banyak diketahui adalah meningkatkan serapan fosfat oleh tanaman, walaupun sesungguhnya serapan unsur-unsur hara yang lain dan air juga ikut meningkat. Keuntungan tersebut secara umum adalah dalam penyerapan ion-ion esensial yang secara normal berdifusi secara lambat ke permukaan akar, tetapi dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tanaman, misalnya fosfat, amonium, kalium dan nitrat.


2.2.3.Tanah Dan Ketersediaan Hara
Tanah merupakan campuran yang heterogen dan beragam dari partikel minerl anorganik, hasil rombakan bahan organik, dan berbagai jenis mikroorganisme, bersama-sama dengan udara dan air yang di dalamnya terlarut berbagai garam-garam anorganik dan senyawa organik.
Tanah sebagai media pertumbuhan dan perkembangam tanaman tidak begitu saja menunjang keberhasilan usaha penanaman, ada kalanya hasil usaha tanaman itu memuaskan, ada kalanya dengan menyedihkan bahkan sampai pada kegagalan. Hal ini tidak lain karena tanah memberikan berbagai pengaruh bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman. Pengaruh-pengaruh tersebut antara lain temperatur tanah, kelembaban tanah, kesarangan tanah, permeabilitas, tersedianya unsur hara, kegiatan hidup jasad renik dan banyak sifat tanah lainnya. semuanya itu menunjang kehidupan dan perkembangan tanaman.
Unsur hara merupakan ion atau molekul tertentu yang diserap oleh tanaman bagi keeprluan faal atau fisiologinya. Unsur hara yang merupakan zat makanan untuk tanaman dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1.  Unsur hara makro, yang dibutuhkan dalam jumlah relatif banyak terdiri dari zar arang(C), oksigen(O), hidrogen(B), nitrogen(N), fosfat(P), kalium(K), kapur(Ca), magnesium(Mg) dan belerang(S).
2.   Unsur hara mikro, dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, terdiri dari zat borium(Bo), khlor, kuningan, besi(Fe), mangan(Mn), Molybden (Mo), seng, silisium(Si), natrium (Na) dan kobalt(Co).
Dalam praktek pembagian ini tak banyak artinya karena sangat tergantung jenis tanaman dan kondisi lingkungan.
UNSUR HARA MAKRO
No.
Nama Unsur
Simbol
Bentuk Tersedia
Fungsi
1.
Karbon
C
CO2
Komponen utama senyawa organik tanaman
2.
Hidrogen
H
H2O
Komponen utama senyawa organik tanaman
3.
Oksigen
O
O2, CO2
Kompenen utama senyawa oragnik tanaman
4.
Fosfor
P
H2PO4-
HPO4=
Komponen asam nukleat, fosspolipid, ATP , dan koenzym
5.
Kalium
K
K+
Kofaktor dalam sintesis protein, zat terlarut utama yang mengatur keseimbnagan air, membuka menutupnya stomata.
6.
Kalsium
Ca
Ca++
Penting dalam pembentukan dan stabilitas
7.
Nitrogen
N
NO3+, NH4+
Komponen asam nukleat, protein, hormon, dan ko enzym

UNSUR HARA MIKRO
No.
Nama Unsur
Simbol
Bentuk Tersedia
Fungsi
1.
Klorin
Cl
Cl-
Untuk osmosis dan keseimbangan ion, tetapi juga memainkan peran dalam fotosintesis
2.
Boron
B
BO
Penting untuk mengikat protein pada dinding sel primer, peran sekunder dalam transportasi gula
3.
Besi
Fe
Fe 2+
Diperlukan untuk fotosintesis
4.
Mangan
Mn
Mn 2 +
Diperlukan dalam pemebntukan kloroplas
5.
Seng
Zn
Zn 2+
Sebagai kofaktor banyak enzim dan penting dalam transkripsi DNA
6.
Tembaga
Cu
Cu 2+
Terlibat dalam banyak proses enzimitas
7.
Nikel
Ni
Ni 2+
Penting untuk metabolisme nitrogen
8.
Molybdenum
Mo
MoO4+
Kofaktor dalam sintesis asam amino




2.3  .Lintasan Pergerakan Hara Mineral Menuju Dan Didalam Jaringan Akar
Unsur hara dapat kontak dengan permukaan akar melalui 3 cara yakni:
     1.      Secara difusi dalam larutan tanah
     2.      Secara pasif terbawa oleh aliran air tanah
     3.      Karena akar tumbuh kearah posisi hara tersebut dalam matrik tanah.
Setelah berada pada permukaan akar (kontak dengan akar) baru unsur hara tersebut dapat diserap tanaman. Lintasan yang dilalui oleh air dan unsur hara yang terlarut didalamnya pada jaringan akar menuju pembuluh xilem bsia diperhatikan digambar dibawah ini.

Hasil gambar untuk JALUR PENYERAPAN AIR

Pengangkutan Air Dan Mineral Di Luar Pembuluh Angkut
Transportasi ekstravaskuler adalah penagngkutan air dan zat-zat penting yang terjadi diluuar berkas pembuluh angkut. Pengangktan air dan mineral dari dalam tanah diluar berkas pembuluh ini dilakukan melalui dua mekanisme yakni apoplas (melalui ruang antar sel) dan simplas (melalui sitoplasma). Proses dari transportasi ini adalah air dan mineral dari dalam tanah melalui rambut akar menuju sel epidermis, lalu menuju korteks, setelah itu ke indodermis, lalu silinder pusat. Namun bila terjadi pada akar muda, air dan mineral tersebut langsung masuk menuju ke xilem, tetapi menuju ke floem terlebih dahulu, lalu ke sel kambium dan terakhir ke xilem.
·     Simplas , pengangkutan air dan zat hara melalui sitoplasma. Pada pengangkutan ini, setelah masuk kedlam sel epidermis, bulu akar, air dan mineral yang bergerak dalam sitoplasma dan vakuola, kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain melalui plasmodesmata. Sistem pengangkutan ini menyebabkan air dapat mencapai bagian silinder pusat. Lintasan aliran air pda pengangkutan ini adalah sel-sel bulu akar,menuju sel korteks, endodermis, perisikel, dan xilem. Air dan garam mineral siap diangkut ke atas menuju batang dan daun.
·   Apoplas, pengangkutan air dn zar hara tanpa melalui sitoplasma melainkan melalui ruang-ruang natar sel tumbuhan. Yaitu air masuk dengan cara difusi, selnajutnya aliran air secara apoplas tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang lapisan endodermis yang mengalami penebalan dinding sel dari suberin dan lignin yang dikenal sebagai pita kaspari. Denagn demikian, pengangkutan ini pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah.
Kebanyakan ahli berpendapat bahwa lintasan apoplas dan simplas sama pentingnya dalam pengangkutan ion kepembuluh xilem. Kalsium dalam bentuk ion Ca2+ diangkut ke pembuluh xilem melalui dinding sel (lintasan apoplas).
Pengangkutan ion melalui lintasan apoplas tidak dapat berlangsung seutuhnya dari epidermis ke pembuluh xilem, karena pada sel-sel endodermis terdapat pita casparin. Pada posisi ini pengangkutan ion dilanjutkan oleh membran plasma sel endodermis. Membran ini mengendalikan laju pengangkutan dan jenis ion yang akan diangkut ke pembuluh xilem.Pada saat diangkut melalui dinding sel dari epidermis ke endodermis, sebagian ion akan pula diserap oleh sel-sel yang dilaluinya, masuk ke sitosol dari sel tersebut sehingga ion ini diangkut melalui linatsan simplas.
Sebagian ion yang telah masuk ke sitosol sel-sel akan diangkut pula masuk ke vakuola sel, sehingga mempercepat serapan air. Untuk ion-ion yang diserap langsung oleh sel epidermis, akan diangkut ke pembuluh xilem secara simplastik, melintasi beberapa lapis sel korteks, sel endodermis, dan sel-sel perisikel.
            Pengangkutan ini melintasi dinding sel, lamela tengah dan plasma membran atau pengangkutan berlangsung melalui plasmodesmata.Terlepas dari lintasan mana yang dilalui dalam pergerakan ion dari permukaan akar menuju pembuluh xilem, yang jelas ion-ion tersebut harus masuk kedalam sel-sel mati yang membentuk pembuluh xilem.

Pengangkutan Air Dan Mineral Di Dalam  Pembuluh Angkut
·      Teori Tekanan Akar
Pada awalnya, diperkiran air naik keatas tanaman karena adanya tekanan dari akar. Tekanna akar hanya teramati pada kondisi tanah yang berkecukupan air dan kelembaban udara relatif tinggi, atau laju transpirasi sangat rendah. Pda kondisi tanah yang kering atau kelembaban udara rendah, fenomena tekanan akar tidak terlihat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tekanan akar adalah relatif rendah dan tidak terjadi pada semua spesies tanaman danjuga hanya terjadi pada kondisi lingkungan ang menghambat laju transpirasi.
·      Teori Kapilaritas
Kapilaritas merupakan gejala yang timbul akibat interaksi antara permukaan benda padat dengan benda cair yang menyebabkan gangguan terhadap ebntuk permuakaan cairan yang semula datar. Didalam pipa yang kecil, hal ini menyebabkan naiknya permukaan cairan.
Pembuluh xilem yang terdapat pada tumbuhan dianggap sebagai pipa kapiler. Air akan naik melalui pembuluh kayu sebagai akibat dari gaya adhesi anatara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
·      Teori Sel Pemompa
Pada abad ke -19 diyakini bahwa pergerakan vertikal air dari akar ke daun adalah karena adanya perana sel-sel khusus yang berfungsi memompakan air ke atas.namun, hasil kajian anatomis telah gagal menemukan keberadaan sel-sel pemompa ini.
·      Teori Kohesi
Ada 3 elemen yang menjelaskan pergerakan vertikal air dalam tubuh tumbuhan yakni tenaga pendorong, hidrasi pada lintasan yang dilalui, dan gaya kohesi anatara molekul air. Kohesi adalah gaya tarik menarik anatar molekul air .
Dari uraian diatas, dpat disimpulkan bahwa teori yang mampu menjelaskan pergerakan vertukal air di dalam pembuluh xilem adalah teori kohesi ayng didasarkan 3 konsep, yakni adanya perbedaan potensi air antara tanah dan atmosfir sebagai tenaga pendorong, adanaya tenaga hidrasi dinding pembuluh xilem ayng mampu memeprtahankan molekul air terhadap gaya gravitasi dan adanya gaya kohesi anatar molekul air ayng menjaga keutuhan kolom air didalam pembuluh xilem.



BAB 3
PENUTUP

3.1              Kesimpulan
Akar merupakan organ vegetatif utama untuk pertumbuhan dan perkembangan.Akar merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi akar pada tumbuhan akar ini penting untuk keberlangsungan hidup tanaman. Unsur hara adalah nutrisi atau zat makanan yang bersama-sama dengan air diserap oleh akar tanaman, kemudian dibawa ke daun.
Unsur hara tanaman yang dibutuhkan terdiri dari unsur makro dan mikro. Unsur hara makro yang dibutuhkan tumbuhan erdiri dari nitrogen, kalium, fosfor, magnesium, sulfur, klsium, dan unsur hara mikro terdiri dari dari boron, besi, tembaga, mangan, seng, dan molibdenum.



DAFTAR PUSTAKA

Lakitan, Benyamin, 2010. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Mulyani, Sri, 2006. Antomi Tumbuhan. Depok : PT. Kanisius
Nugroho, L Hartanto dan Issisrep Sumardi, 2004. Biologi Dasar. Jakarta : Penebar Swadaya
Sutedjo, Mul Mulyani,2004. Analisis Tanah, Air dan Jaringan Tanaman. Jakarta : PT Rineka Cipta
Sutedjo, Mul Mulyani & Kartasapoetra, 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Jakarta : PT Rineka Cipta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...