Rabu, 29 Januari 2020

Laporan Praktikum Fisiologi Hewan TERMOREGULASI Pada Operculum Ikan Mas


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Mata Kuliah
  : PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

JUDUL PRAKTIKUM

TERMOLOGI (PENGARUH PERUBAHAN SUHU PANAS MEDIA AIR TERHADAP MEMBUKA DAN MENUTUP OPERCULUM IKAN MAS)


Hasil gambar untuk logo uinsu medan


OLEH :
                                 NAMA                                   : MASDINGIN NAIPOSPOS
                                 NIM                                        : 0704171011
                                 JURUSAN/PRODI               : BIOLOGI
                                 KELAS/SEMESTER            : BIOLOGI-2/V (LIMA)
                                 KELOMPOK                        : 5 (LIMA)
                                 TGL PELAKSANAAN        : 09 DESEMBER 2019


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PRODI BIOLOGI



I.              JUDUL        : TERMOLOGI (Pengaruh perubahan suhu panas          media air terhadap membuka dan menutup operculum ikan mas).

II.          TUJUAN PERCOBAAN         : Mengetahui perubahan suhu panas media air terhadap membuka dan menutup operculum ikan mas yang secara tidak langsung ingin mengetahui laju pernafasan ikan tersebut.

III.           TINJAUAN TEORITIS        : Termoregulasi adalah suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada didalam kisaran yang dapat ditolelir. Termoregulasi adalah proses yang terjadi pada hewan untuk mengatur suhu tubuhnya supaya tetap konstan. Hewan yang mampu mempertahankan suhu tubuhnya disebut homoiterm, sedangkan hewan yang tidak mampu mempertahankan suhu tubuh disebut poikiloterm. Suhu tubuh pada kebanyakan hewan dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Ada hewan yang dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 2ºC, sementara hewan lainnya dapat hidup pada suhu 50ºC,misalnya hewan yang hidup digurun (A’tourrohman, 2019).
Berdasarkan kemampuannya untuk mempertahankan suhu tubuh, hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu poikiloterm dan homoiterm. Hewan poikiloterm yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan berubahnya suhu lingkungan. Sementara, hewan homoiterm yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan atau tidak berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat berubah. (Isnaeni, 2016).
Ikan termasuk hewan yang bersifat poikiloterm, serta selalu membutuhkan air untuk hidupnya, karena ikan merupakan hewan air yang mengalami kehidupan sejak lahir atau menetas dari telurnya sampai akhir hidupnya di air.selanjutnya dijelaskan bahwa air merupakan habitat ikan yang erat kaitannya dengan pembentukan struktur tubuh ikan, proses pernafasan, cara pergerakan, cara memperoleh makanan, reproduksi dan segala hal yang diperlukan bagi ikan (Rizkiya, 2018).
Suhu mempunyai peranan penting dalam aktivitas biologis organisme, baik hewan maupun tumbuhan. Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimiawi dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik, misalnya dalam respirasi.
Ada beberapa alasan mengapa suhu tubuh hewan harus dipertahankan supaya tetap konstan. Pertama,  perubahan suhu tubuh dapat mempengaruhi konformasi protein dan enzim. Apabila aktivitas enzim terganggu, maka aktivitas sel dalam tubuh pun akan terganggu. Dengan demikian, perubahan suhu tubuh akan mempengaruhi kecepatan reaksi metabolisme didalam sel (A’tourrohman, 2019).
Ikan beradaptasi sesuai lingkungan sekitarnya. Salah satu adaptasi fisiologi ikan yaitu berhbuungan dengan sistem respirasi.pada tahap respirasi, ditandai dengan gerakan operculumnya. Kenaikan suhu pada lingkungan perairan ikan dapat menyebabkan kelarutan oksigen diperairan tersebut akan menurun, sehingga kebutuhan organisme air terhadap oksigen semakin bertambah. Dan dengan hal itu proses pergerakan operculum ikan berlangsung semakin cepat. Sedangkan dengan penurunan suhu pada lingkungan perairan ikan, hal tersebut dapat menyebabkan kelarutan oksigen dalam airnya meningkat sehingga kebutuhan organisme dalam air itu terhadap oksigen semakin berkurang, dengan demikian hal ini menyebabkan proses pergerakan operculum melambat (Soewolo,2000).
Proses respirasi ikan menggunakan pertukaran lawan arus (countercurent exchange), pertukaran zat-zat atau panas diantara dua cairan yang mengalir ke arah yang berlawanan. Pada insang ikan, proses ini memaksimalkan efisiensi pertukaran gas. Sewaktu memasuki kapiler insang darah bertemu dengan air yag sedang menempuh perjalanan melalui insang. Air ini tetap memiliki PO2 yang lebih tinggi daripada darah yang datang, dan transfer Oksigen pun berlangsung. Sewaktu darah meneruskan perjalanannya, PO2 nya terus meningkat begitu pula dengan PO2 air yang di temuinya, karena setiap posisi yang mengikuti perjalanan darah terkait dengan posisi sebelumnya di dalam aliran air di dalam insang. Dengan demikian terdapat gradien tekanan parsial yang mendukung difusi oksigen dari air ke darah di sepanjang kapiler (Campbell, 2004).

IV.      ALAT DAN BAHAN
    A.   ALAT
No
Nama Alat
Jumlah
1.
Ember kecil
6 buah
2.
Termometer Hg
1 buah
3.
Wadah plastik
1 buah
4.
Timer/stopwatch/Hp
1 buah

    B.   BAHAN
No
Nama Bahan
Jumlah
1.
Ikan mas
6 ekor
2.
Stok air biasa
Secukupnya
3.
Stok air panas
Secukupnya
4.
Es batu
1 bungkus



V.          PROSEDUR KERJA
No.
Prosedur Kerja
1.
Disiapkan ember kecil untuk dijadikan wadah perendaman ikan
2.
Ember diisi dengan air biasa, kemudian diukur suhu awal pada air tersebut.
3.
Pada pengujian air hangat, air biasa ditambah air panas dengan suhu yang ditentukan, seperti 35ºC, 38ºC, dan 41ºC. Setiap pengulangan dilakukan penambahan suhu air  dengan penambahan 3ºC.
4.
Pada pengujian air dingin, air biasa ditambah air dingin dengan suhu yang ditentukan, seperti 29ºC, 26ºC, dan 23ºC. Setiap pengulangan dilakukan penambahan suhu air  dengan pengurangan 3ºC.
5.
Setelah suhu ditentukan pada setiap ember yang diinginkan, maka dimasukkan ikan satu persatu kedalam ember (wadah pengujian)
6.
Dihitung banyaknya aktifitas membuka dan menutup operculum yang dilakukan oleh ikan selama 1 menit.
7.
Diamati setiap perubahan yang terjadi pada ikan disetiap pengulangan dengan suhu yang berbeda-beda.
8.
Dicatat hasil pengamatan


VI.      HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
No
Gambar Perendaman Air Hangat
Keterangan
1.


Suhu air : 35 ºC
Pergerakan operculum : 101 kali membuka dan menutup
2.


Suhu air : 38 ºC
Pergerakan operculum : 95 kali membuka dan menutup
3.






Suhu air : 41ºC
Pergerakan operculum : 75  kali membuka dan menutup




No
Gambar Perendaman Air Dingin
Keterangan
1.


Suhu air : 29ºC
Pergerakan operculum : 130  kali membuka dan menutup
2.



Suhu air : 26ºC
Pergerakan operculum : 142  kali membuka dan menutup
3.


Suhu air : 23ºC
Pergerakan operculum : 143  kali membuka dan menutup







































PEMBAHASAN:

Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan yang telah dilakukan yaitu mengenai pengamatan laju respirasi pada membuka dan menutupnya operculum dari ikan mas yang dilakukan dengan cara menaikkan dan menurunkan suhu lingkungan hidupnya. Suhu awal dari air ikan mas tersebut adalah 32ºC.
Pada percobaan pertama yakni dengan pengujian pada air hangat dengan suhu yang berbeda – beda yaitu:
·     Suhu awal 32ºC kemudian dinaikkan suhunya menjadi 35ºC. Dengan begitu, ada penambahan atau peningkatan suhu pada lingkungan ikan. Setelah diamati selama 1 menit, didapat data bahwa aktivitas membuka dan menutupnya operculum ikan terjadi sebanyak 101 kali.
·  Setelah beberapa saat suhu air dinaikkan, Suhu kedua ini dinaikkan juga 3ºC menjadi 38ºC. Dengan penambahan suhu lingkungan ikan tentunya akan berpengaruh terhadap keaktifan kerja operculum ikan. Setelah diamati selama 1 menit, didapat data bahwa aktivitas membuka dan menutup operculum ikan terjadi sebanyak 95 kali.
·   Setelah beberapa saat suhu kembali dinaikkan 3ºC , dimana suhu lingkungan ikan  menjadi 41ºC. hal tersebut mengakibatkan aktifitas membuka dan menutupnya operculum cenderung mengalami penurunan menjadi sebayak 94 kali dalam pengukuran selama 1 menit. Hal ini disebabkan pada suhu tinggi kelarutan oksigen didalam air akan cenderung menurun, dan pada kondisi seperti ini ikan akan berusaha mengimbangi situasi tersebut dan cenderung mempertahankan hidupnya sehingga mengakibatkan peningkatan laju metabolismenya. Hal tersebut sesuai dengan teori bahwa peristiwa kenaikan suhu kamar cenderung menurunkan kadar oksigen dalam air yang membuat ikan akan mengalami peningkatan pada laju metabolismenya.


Pada percobaan kedua yakni dengan pengujian pada air dingin dengan suhu yang berbeda-beda yaitu:
·   Suhu awal 32ºC yang kemudian diturunkan suhunya menjadi 29ºC. dengan begitu ada penurunan terhadap suhu lingkungan ikan. Setelah diamati selam 1 menit, didapat data bahwa aktivitas membuka dan menutup pada operculum ikan sebanyak 130 kali.
·   Setelah beberapa saat suhu air diturunkan lagi sebanyak 3ºC menjadi 26ºC. Dengan penurunan suhu lingkungan ikan tentunya akan berpengaruh terhadap keaktifan kerja operculum ikan. Setelah diamati selama 1 menit, didapat data bahwa aktivitas membuka dan menutup operculum ikan mengalami peningkatan yaitu  sebanyak 142 kali.
·  Setelah beberapa saat suhu diturunkan kembali sebanyak 3ºC , dimana suhu lingkungan ikan menjadi 23ºC. Hal tersebut mengakibatkan aktifitas membuka dan menutupnya operculum cenderung mengalami peningkatan sebanyak 143 kali dalam pengukuran selama 1 menit. Hal ini disebabkan pada suhu rendah kelarutan oksigen didalam air akan cenderung meningkat, dan pada kondisi seperti ini ikan mengalami penurunan laju metabolismenya. Hal tersebut sesuai dengan teori bahwa peristiwa penurunan suhu kamar cenderung menaikkan kadar oksigen dalam air yang membuat ikan akan mengalami penurunan pada laju metabolismenya.


VII.   KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada suhu yang berbeda-beda dapat mempengaruhi aktivitas membuka dan menutup pada operculum ikan mas. Dari data yang didapat kenaikan suhu membuat aktivitas operculum menjadi menurun, sedangkan penurunan suhu membuat aktivitas operkulum menjadi meningkat.



VIII.     DAFTAR PUSTAKA
A’tourrohman, Muhammad. 2019. Termoregulasi, Respirasi Dan Osmoregulasi Pada Ikan Mas. Walisongo : UIN Walisongo
Campbell,N.A.2004. Biologi Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga
Isnaeni, Wiwi, 2016. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius
Rizkiya, Iffi, dkk. 2018. Termoregulasi Pada Poikiloterm. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
Soewolo, 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta : Depdiknas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Pindah Silang

PINDAH SILANG DOSEN PENGAMPU : ZAHRATUL IDAMI, S.Kel,M.Sc DISUSUN OLEH :                MASDINGIN NAIPOSPOS             ...